Selasa, 22 November 2011

Kegagalan Kesebelasan Tim Nasional Indonesia U- 23 Dalam Meraih Emas

Perjuangan yang luar biasa yang ditunjukan pemain kesebelasan Indonesia gagal menyampurnakan gelar juara umum. Mimpi buruk squad ‘Garuda muda’ takluk 3-4 dari malaysia pada final SEA games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno senayan.
Adu pinalti di tempuh karena hingga babak perpanjangan waktu kedudukan tetap seri 1-1. Pada drama menegangkan itu 3 eksekutor indonesia, yakin Titus Bonai, Egi Melgiansyah, dan Abdul Rahman sukses menjaringkan bola, sedangkan Gunawan Dwi Cahyo dan Ferdinand Sinaga gagal, sebaliknya di kubu malaysia, hanya saarani ahmad fakri yang gagal.
Sekali lagi Indonesia harus menelan pil pahit kekalahan itu hasi buruk ketiga dari 5 penampilan timnas di partai pamungkas. 

Sepak Takraw Akhirnya Berhasil

                Sepak takraw Indonesia pecahkan kebuntuan medali emas sejak 34 tahun  di lajang sea games. Nomor double Indonesia yang terdiri atas Yudi Purnomo dan Saiful Rizal mencetak sejarah nasional setelah menunudukan pasangan myanmar, Aung Zaw-Zaw dan Un Shi Thu di partai final dengan skor 3-2 ( 15-10, 9-15, 15-8, 17-15 ).
                Medali emas sepak takraw pertama yang diraih di Sriwijaya Promotion Centre, Jakabaring kota Palembang pada senin tanggal 21 bulan November tahun 2011 setelah Yudi/ Saeful all out 5 set yang menegangkan sebelum mendapatkan kemenangannya .
                Tangis haru dan ucap syukur jajaran pelatih, manajer, pemain, dan para pendukung pecah setelah di set ke 5 dengan skor sempit 16-15,  sepak takraw indonesia akhirnya bisa meraih emas.     

Paralayan Indonesia Borong 10 Emas

                Tuan rumah Indonesia berhasil menyumbang total  10 mendali emas dari cabang paralayang SEA Games 2011 yang telah menyelesaikan pertandingan di hari terakhir di Puncak, Bogor, senin tanggal 21 november 2011.
                Emas Indonesia di raih melalui nomor ketepatan mendarat perorangan dan beregu putra/putri pada jum’at lalu, lintas alam terbuka perorangan dan beregu putra/putri, serta dua emas nomor race to goal ( lintas alam terbatas ) perorang putri dan beregu putri.
                Sementara itu 2 emas yang lepas dari tangan Indonesia adalah nomor race to goal perorangan dan beregu putra. Thailand dengan atlet andalannya Surayuth Chingpongsantorn, memenangkan nomor ini.
                Pelatih Indonesia Dharmawan Sirin mengatakan, pencapaiian tersebut suadah sangat memuaskan, karena melebihi target lima emas. Ia juga mengakui keunggulan atlet Thailand yang menguasai nomor race to goal putra. Thailand punya Surayuth Chingpongsantorn yang memang berpengalaman dan berperingkat dunia.
                Selain itu, ketika lomba race to goal cuaca kurang berpihak pada atlet Indonesia. Dharmawan mengharapkan prestasi Indonesia dapat terus di tingkatkan setelah SEA games ini .

Kegagalan Kesebelasan Tim Nasional Indonesia U- 23 Dalam Meraih Emas ( 22 nov )
Perjuangan yang luar biasa yang ditunjukan pemain kesebelasan Indonesia gagal menyampurnakan gelar juara umum. Mimpi buruk squad ‘Garuda muda’ takluk 3-4 dari malaysia pada final SEA games XXVI di Stadion Utama Gelora Bung Karno senayan.
Adu pinalti di tempuh karena hingga babak perpanjangan waktu kedudukan tetap seri 1-1. Pada drama menegangkan itu 3 eksekutor indonesia, yakin Titus Bonai, Egi Melgiansyah, dan Abdul Rahman sukses menjaringkan bola, sedangkan Gunawan Dwi Cahyo dan Ferdinand Sinaga gagal, sebaliknya di kubu malaysia, hanya saarani ahmad fakri yang gagal.
Sekali lagi Indonesia harus menelan pil pahit kekalahan itu hasi buruk ketiga dari 5 penampilan timnas di partai pamungkas. 

Minggu, 20 November 2011

Hari Minggu Yang Istimewa Di Tanggal 20.11.2011

Diawali dengan menginap di sekolah SMKN 2 untuk pelantikan Organisasi PKS angkatan 22, kebetulan pada malam tgl 20 yaitu malam minggu, malamnya disana kami memperdalam tentang PKS menerima materi dari instruktur sampai pukul 22.00 , kemudian makan, kembali menerima materi lalu tidur malam . kemudian di esok harinya bertepatan tanggal 20 bulan november tahun 2011 jam 04 subuh kami dibangunkan oleh instruktur lalu kami di suruh baris berbaris untuk menyiapkan pelantikan, sebelum  pelantikan seluruh peserta shallat subuh terlebih dahulu dengan waktu singkat 15 menit. kemudian setelah itu dilanjutkan kembali pelantikan, di pelantikan awalnya tubuh terasa gemetar tidak tau karena intruktur menguji mental kami  atau mungkin karena dinginnya pagi hari di waktu itu, kemudian kami setelah mengalami pelantikan yang  panjang dan menyakitkan menurut saya juga seru. Kemudian kami harus pulang pagi jam 08.00 karena untuk menghadapi phisico test siang harinya. Di perjalanan pulang saya juga teman-teman terjebak oleh para pejalan kaki  dalam acara “ jalan kaki bersama gubernur jabar”  karena  hari itu adalah hari minggu banyak warga bandung yang berolahraga pada hari minggu. dalam kerumunan pejalan kaki kami terpaksa harus ikut jalan kaki sepanjang jalan supratma hingga katamso karena di jalanan macet dan tidak ada satupun angkutan umum yang lewat. setelah jalan kaki yang melelahkan kami beruntung mendapatkan angkutan umum di jalan pahlawan. Sepulang dari kegiatan tadi yang melelahkan jam 10, saya lalu diajak oleh keluarga untuk pernikahan saudara. Sepulang dari pernikahan saudara jam 11 saya langsung bergegas menyiapkan diri untuk  ke sekolah kembali dan  melaksanakan phisico test . setelah berjalannya phisico test dengan lancar juga lama, tanpa ada istirahat dari jam 12.00 siang hingga jam 17.00 sore saya juga teman-teman pulang ke rumah. Di rumah saya hampir lupa bahwa ada tugas yang banyak dari sekolah untuk keesokan harinya karena besok adalah hari senin.  Haaaahhh ….  berakhir lah kegiatan saya di tanggal 20.11.2011 yang melelahkan dengan tidur malam yang nyenyak .

Sabtu, 12 November 2011

Pembukaan SEA Games

SEA Games XXVI yang berlagsung di Palembang dan Jakarata harus bisa menjadi momentum kebangkitan kekuatan dan bisa meningkatkan kerjasama negara-negara asia tenggara. Negara-negara di asia tenggara harus bisa satu visi, satu indentitas dan satu komunitas si ajng SEA Games. SEA Games dibuka Jum’at petang pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakbaring Sport City ( JSC ) Palembang.
Indonesia sudah menjadi tuan rumah yang ke empat kalinya, dan berharap meraih prestasi yang maksimal. Malam itu ribuan warga Palembang sudah memenuhi Stadion  Gelora Sriwijaya mereka antusias untuk bisa menyaksikan ajang olahraga terbesar se Asia Tenggara. Tidak semua orang bisa menikmati pembukaan acara tersebut secara langsung. Acara pembukan tersebut berlangsung sangat meriah. 

Jumat, 14 Oktober 2011

Ini kumpulan cerita BARENG INDOMIE gokilL ………



ini cerita dan derita kami bareng INDOMIE


Makan Indomie, Tubuh pun Sehat juga Wafat



Dulu waktu aku masih SD ( Sekolah Dasar )
Aku ga mau makan nasi
Jadi aku makan INDOMIE,
Siang malam aku makan INDOMIE…..
lama kelamaan perutku perih.
Pas aku periksa ke dokter ternyata
aku kangker usus gara-gara makan INDOMIE .
Umur ku pun tinggal 2 hari .

Itu Derita Ku ………………………………………………..
Apa derita Mu ……………………… ???????????
Hha


Rasain INDOMIE, Bisa merubah nasib

Waktu itu aku lapar ..,
karena ga ada makanan aku beli INDOMIE,
Aku masak INDOMIE pake kompor gas,
aku lupa aku belum ganti selang gas ku yang bocor,
Akhirnya kompor meledak, rumah hancur,
Dan aku kerumah sakit .

 Itu Cerita Ku ………………………………………………..
Apa Cerita Mu ……………………… ???????????
Hhe


Orang Penasaran Makan INDOMIE

Waktu itu aku di diagnosis  Mengalami penyakit langka
oleh dokter ternama di daerahnya .
Katanya “ kamu kelebihan konsumsi glutamat ( zat penyedap )”
lalu ujarku “ sok tau loe dokter cabul, dasar dokter abal-abal, cacad nie dokter “ .
 lalu aku pun di tendang keluar dari rumah sakit dokter itu ..  
terus aku penasaran mau mencoba INDOMIE seleraku( edisi terbaru )
yang mengandung banyak glutamat
sangking senengnya sama INDOMIE seleraku,
aku pun sampai memakan INDOMIE berserta dengan kardusnya …
ekh kenyata’annya diriku sudah berada di lubang alam.

Itu pengalaman Ku ………………………………………………..
Apa pengalaman Mu ……………………… ???????????
Hha



hha gimana insan muda ceritanya go_KilL kan …


tpi cerita indomie ini tidak benar, karena cerita ini hanya karangan semata juga hiburan semata …

maaf kepada pihak yang bersangkutan karena ini hanyalah sebuah lelucon tidak bermaksud melehbih-lebih kan atau pun mengkurang-kurangkan sebuah hasil karya . .. 
  

Senin, 10 Oktober 2011

Awal Mula Terinspirasi Bermain Alat Musik Tradisional Karinding

Jadi gini awal mula saya tau apa itu karinding, Di SMP saya ( SMP YAS Bandung ), ada acara yang namanya pagelaran. acara itu  berlangsung  pada saat setiap siswa siswi kelas 9 di ujikan untuk  menampilkan keahlianya dalam kesenian traditional sunda, kebetulan pada saat itu saya tidak bisa apa-apa dalam seni sunda, sementara temen-temen satu angkatan saya sudah hampir semua bisa menguasai seni  budaya sunda mulai dari alat musik, seni tari dan bahkan seni beladiri sunda yaitu pencak silat di tampilkan dalam acara itu. Sebelum acara ini di mulai kami para siswa dan siswi di beri teori, pengarahan dan di bimbing untuk bisa menampilkan suatu pertunjukan. Pada waktu latihan saya merasa tidak enak karna ga punya bakat sedikit pun tentang seni sunda, saya sudah coba blajar ma temen yang jago konfirmasi ma guru pembimbing bahkan sampai  browsing, download video hanya untuk menampilkan yang terbaik, tetep tidak bisa ..
haah pada akhirnya sudah sekian lama latihan, saya mendapat cap merah atsu nilai merah untuk latihan, dalam bahasa sunda cap beureum. Namun tidak hanya saya saja yang di tandai merah, tetapi juga banyak hampir 20 orang  untuk 1 angkatan, nah pada saat ini guru pembimbing kami Bpa Yudistira, mengusulkan atau punya ide , membuat 1 group yang didalamnya hanya orang-orang terpilih yang tidak bisa seni sunda termasuk saya,  di sini group ini harus menampilkan yang terbaik dari yang lainnya dan yang belum pernah di tampilkan pada angkatan sebelumnya. Di sini pa yudi ingin menampilkan sesuatu yang baru .
yaitu bermain alat musik tradisional sunda yang hampir punah yaitu KARINDING, dan pa yudi pun kepikiran menamai group kami  dengan nama KARINDING BEUREUM, nama ini di ambil dari nilai kami yang semuanya mempunyai  cap merah.  Pada awalnya saya itu tidak tau apa itu karinding, bagaimana cara bermainnya, siapa penciptanya,  dari bahan apa itu karinding dan bagaimana sejarah awal mula adanya karinding  ?  lalu saya mencoba memperdalam tentang karinding mulai dari teman komunitas karinding lainya, dari guru seni budaya sunda maupun browsing di internet .

Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun untuk mengusir hama di sawah—bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama. Karena ia mengeluarkan bunyi tertentu, maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upaca adat. Maka tak heran jika sekarang punkarinding masih digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Bahkan, konon, karinding ini digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai. Jika keterangan ini benar maka dapat kita duga bahwa karinding, pada saat itu, adalah alat musik yang popular di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya. Mungkin keberadaannya saat ini seperti gitar, piano, dan alat-alat musik modern-popular saat ini.
Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah ada bahkan sebelum adanya kecapi. Jika kecapi telah berusia sekira lima ratus tahunan maka karinding diperkirakan telah ada sejak enam abad yang lampau. Dan ternyata karinding pun bukan hanya ada di Jawa Barat atau priangan saja, melainkan dimiliki berbagai suku atau daerah di tanah air, bahkan berbagai suku di bangsa lain pun memiliki alat musik ini–hanya berbeda namanya saja. Di Bali bernama genggong, Jawa Tengah menamainya rinding, karimbi di Kalimantan, dan beberapa tempat di “luar” menamainya dengan zuesharp ( harpanya dewa Zues). Dan istilah musik modern biasa menyebut karinding ini dengan sebutan harpa mulut (mouth harp). Dari sisi produksi suara pun tak jauh berbeda, hanya cara memainkannya saja yang sedikit berlainan; ada yang di trim (di getarkan dengan di sentir), di tap ( dipukul), dan ada pula yang di tarik dengan menggunakan benang. Sedangkan karinding yang di temui di tataran Sunda dimainkan dengan cara di tap atau dipukul.
Karinding mulanya terbuat dari pelepah aren dengan panjang 10-20 sentimeter. Namun, dalam perkembangannya, pelepah aren semakin langka karena banyak warga yang menebang pohon aren. Alasan mereka, pohon itu tidak lagi berbuah. Maka, pelepah aren terbuang, tidak sempat tua dan mengering. Material yang digunakan untuk membuat karinding (di wilayah Jawa Barat), ada dua jenis: pelepah kawung dan bambu.

                           
                                          
  ( Gambar karinding yang terbuat dari pelepah kawung )                                      


                                  






                                                                         

                                 

( gambar karinding yang terbuat dari bambu )

Jenis bahan dan jenis disain bentuk karinding ini menunjukan perbedaan usia, tempat, dan sebagai perbedaan gender pemakai. Semisal bahan bambu yang lebih menyerupai susuk sanggul, ini untuk perempuan, karena konon ibu-ibu menyimpannya dengan di tancapkan disanggul. Sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek, karena biasa disimpan di tempat mereka menyimpan tembakau. Tetapi juga sebagai perbedaan tempat dimana dibuatnya, seperti di wilayah priangan timur, karinding lebih banyak menggunakan bahan bambu karena bahan ini menjadi bagian dari kehidupannya.
Karinding umumnya berukuran: panjang 10 cm dan lebar 2 cm. Namun ukuran ini tak berlaku mutlak; tergantung selera dari pengguna dan pembuatnya—karena ukuran ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bunyi yang diproduksi.
Karinding terbagi menjadi tiga ruas: ruas pertama menjadi tempat mengetuk karinding dan menimbulkan getaran di ruas tengah. Di ruas tengah ada bagian bambu yang dipotong hingga bergetar saat karindingdiketuk dengan jari. Dan ruas ke tiga (paling kiri) berfungsi sebagai pegangan.
Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, lalu memukul atau menyentir ujung ruas paling kanan karindingdengan satu jari hingga “jarum” karinding pun bergetar secara intens. Dari getar atau vibra “jarum” itulah dihasilkan suara yang nanti diresonansi oleh mulut. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah. Secara konvensional—menurut penuturan Abah Olot–nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.

Seseorang yang melestarikan karinding adalah Endang Sugriwa alias Abah Olot


  

  ( Gambar abah Olot )


ENDANG SUGRIWA 


Nama lain : Abah Olot
Usia : 46 tahun
Istri : Lina Karlina
Anak :
- Diki Sumbawa (24)
- Erna Oktaviana (17)
- Agin Nur Prosesta (6)
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Perajin alat musik bambu dan seniman
Penghargaan : Juara Awi-Awi Mandiri 2009 yang diselenggarakan Saung Angklung Udjo dan
Bank Mandiri

Abah olot meyakini, alat musik tradisional sebagai bagian dari kebudayaan suatu suku atau
bangsa harus dilestarikan. Ini demi kebertahanan identitas masyarakat suku atau bangsa tersebut. Tahun 2003, ketika Karinding, alat musik tradisional Sunda, dikabarkan punah, ia terperangah. "Saya punya tanggung jawab," katanya.
Bangkitnya karinding di zamannya anak muda masa kini, pada tahun 2008, pada perayaan ulang tahun Kota Bandung, abah olot bertemu komunitas kreatif kaum muda Bandung yang tergabung dalam Commonrooms.
"Mereka minta suplai karinding untuk dimainkan di depan publik," kata Abah Olot. Pada tahun yang sama dibentuk kelompok musik Karinding Attack beranggota delapan orang. Personil Karinding Attack bukan seniman tradisional Sunda. Mereka berasal dari komunitas musik underground dan death metal yang sering dianggap "budak baong"(anak nakal). Abah Olot justru mengajari mereka memainkan
karinding.



itulah yang saya tau selama ini tentang karinding, sesudah saya mengetahui secara rinci tentang karinding, lalu kami mencoba memainkan karinding dan tentunya masih  dibimbing oleh guru kami bpa yudi setelah itu pada saat latihan pa yudi juga rekan-rekan mencoba untuk membuat lagu dan mengkombinasikan alat musik tersebut.
setalah beberapa lama kami latihan dari awal memainkan karinding sampai terbuat lagu yang berjudul eling-eling dan gabungan alat musik karinding, dog-dog juga gong alhamdulilah hasilnya bagus  …
sesudah lama latihan dan juga hasilnya bagus dan pada saat tampilpun hasilnya bagus juga memuaskan …
 

       ( gambar pada saat tampil pagelaran SMP YAS  )

Itulah cerita awalmula tebentuknya group KARINDING BEUREUM generation I, lalu dengan beresnya pagelaran karinding beureum sempat bubar karna mungkin kondisi alatnya tidak memadai juga para personil yang juga kurang berminat mengembangkan kembali seni sunda dan itu pun berbeda kelas jadi komonikasi aga sulit pada saat itu …
Setelah bubarnya group karinding beureum generation I, lalu terbentuklah group karinding berikutnya
Yaitu Next Generation II KARINDING BEUREUM yang seluruh personolilnya dari kelas 9F
 BOSA TADI TIPADI ( Bobotoh Santai Tapi Jadi Titian Pak Yudi ) arti kata itu adalah judul acara pagelaran kelas kami kelas 9F, dan kebetulan wali kelas kami adalah guru seni budaya sunda yaitu pa yudi.  Awalnya group baru ini terbentuk karna kemauuan kami tentang melestarikan karinding yang hampir punah itu, lalu kami mencari  info tentang karinding, mulai dari alat-alat juga nada karinding yang kemudian di mainkan dalam nada yang sama tetapi setelah group karinding beureum  sudah bisa memainkan nada yang sama juga memainkan semua alat dari bambu, seperti karinding( abah olot ) , celempung, toleat, water bambo, jiridu dan efek yang terbuat dari bamboe lainya, lalu kami dan pa yudi mencoba untuk membuat sebuah pertunjukan karinding yang berbeda yaitu, berpuisi sunda dengan diringi suara karinding, setelah ide itu tercipta lalulah kami memulai latihan dengan judul puisi sunda tandang karya yayat hendayana dan di ringi dengan musik karinding dari pipirigan tutunggulan dan di gabungkan dengan nada karinding dari lagu maaf cipta’an karinding attack.
setelah semua itu tercipta lalu kami mencoba tampil di berbagai tempat, tanpa di bayar demi sebuah tersohornya nama karinding beureum di  mata masyarakat sunda dan juga untuk mental kami di atas pangung dengan memainkan alat musik karinding.

                                                      
    ( Gambar group Karinding Beureum )
   Pada saat acara pameran di SMP YAS
                                  
  
 ( Gambar group Karinding Beureum )
 Pada saat acara seni sunda

                           
 ( Gambar group Karinding Beurem )
Pada saat latihan untuk peresmian gedung palagan atikan sunda

Dan juga masih banyak acara yang kami kunjungi tapi itulah gambar group karinding yang di bisa di tampilkan.

Personil karinding beureum :
Aditya Rustiana (SMA YAS ) : Suling
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000278140341
Andrean Imanudin Ramdani (SMAN16) : Jiridu
http://www.facebook.com/dean.andrean3
Ari Rostandi (SMKN2) : Vocal & Karinding
Devi syech Haludin (SMK2) : Karinding
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000818054692
Fajar Arif Pamungkas (SMK15) :  Karinding
http://www.facebook.com/dudungkabayannambru
Khoirul Salman Riyadi (SMAN) : Celempung, Karinding & Toleat
http://www.facebook.com/louiejrockstars
Indra Kusumah Kusnadi (SMAN23) : Celempung & Karinding
http://www.facebook.com/indra.namB?ref=ts
Taufik Hernandianto (SMKN2) : Karinding
 http://www.facebook.com/opick.sundanese
Rifki Sawatul Rizal (SMKN2) : Second Vokal
 http://www.facebook.com/profile.php?id=100000468842908
Angga Handika Fitri (SMKN2) : Karinding
jika ada kritik dan saran tentang karinding beureum juga berminat gabung untuk melestarikan karinding kontak person aja ke
Andrean Imanudin Ramdani:  HP 085222883359
Khoirul Salman Riyadi         :  HP 089656552827

 Mungkin sekian dulu cerita dari saya. tapi kisah saya masih belum selesai dan masih panjang untuk melestarikan budaya sunda .

terima kasih atas perhatiana nya
salam budaya sunda
SAMPURASUN !

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management