Jumat, 14 Oktober 2011

Ini kumpulan cerita BARENG INDOMIE gokilL ………



ini cerita dan derita kami bareng INDOMIE


Makan Indomie, Tubuh pun Sehat juga Wafat



Dulu waktu aku masih SD ( Sekolah Dasar )
Aku ga mau makan nasi
Jadi aku makan INDOMIE,
Siang malam aku makan INDOMIE…..
lama kelamaan perutku perih.
Pas aku periksa ke dokter ternyata
aku kangker usus gara-gara makan INDOMIE .
Umur ku pun tinggal 2 hari .

Itu Derita Ku ………………………………………………..
Apa derita Mu ……………………… ???????????
Hha


Rasain INDOMIE, Bisa merubah nasib

Waktu itu aku lapar ..,
karena ga ada makanan aku beli INDOMIE,
Aku masak INDOMIE pake kompor gas,
aku lupa aku belum ganti selang gas ku yang bocor,
Akhirnya kompor meledak, rumah hancur,
Dan aku kerumah sakit .

 Itu Cerita Ku ………………………………………………..
Apa Cerita Mu ……………………… ???????????
Hhe


Orang Penasaran Makan INDOMIE

Waktu itu aku di diagnosis  Mengalami penyakit langka
oleh dokter ternama di daerahnya .
Katanya “ kamu kelebihan konsumsi glutamat ( zat penyedap )”
lalu ujarku “ sok tau loe dokter cabul, dasar dokter abal-abal, cacad nie dokter “ .
 lalu aku pun di tendang keluar dari rumah sakit dokter itu ..  
terus aku penasaran mau mencoba INDOMIE seleraku( edisi terbaru )
yang mengandung banyak glutamat
sangking senengnya sama INDOMIE seleraku,
aku pun sampai memakan INDOMIE berserta dengan kardusnya …
ekh kenyata’annya diriku sudah berada di lubang alam.

Itu pengalaman Ku ………………………………………………..
Apa pengalaman Mu ……………………… ???????????
Hha



hha gimana insan muda ceritanya go_KilL kan …


tpi cerita indomie ini tidak benar, karena cerita ini hanya karangan semata juga hiburan semata …

maaf kepada pihak yang bersangkutan karena ini hanyalah sebuah lelucon tidak bermaksud melehbih-lebih kan atau pun mengkurang-kurangkan sebuah hasil karya . .. 
  

Senin, 10 Oktober 2011

Awal Mula Terinspirasi Bermain Alat Musik Tradisional Karinding

Jadi gini awal mula saya tau apa itu karinding, Di SMP saya ( SMP YAS Bandung ), ada acara yang namanya pagelaran. acara itu  berlangsung  pada saat setiap siswa siswi kelas 9 di ujikan untuk  menampilkan keahlianya dalam kesenian traditional sunda, kebetulan pada saat itu saya tidak bisa apa-apa dalam seni sunda, sementara temen-temen satu angkatan saya sudah hampir semua bisa menguasai seni  budaya sunda mulai dari alat musik, seni tari dan bahkan seni beladiri sunda yaitu pencak silat di tampilkan dalam acara itu. Sebelum acara ini di mulai kami para siswa dan siswi di beri teori, pengarahan dan di bimbing untuk bisa menampilkan suatu pertunjukan. Pada waktu latihan saya merasa tidak enak karna ga punya bakat sedikit pun tentang seni sunda, saya sudah coba blajar ma temen yang jago konfirmasi ma guru pembimbing bahkan sampai  browsing, download video hanya untuk menampilkan yang terbaik, tetep tidak bisa ..
haah pada akhirnya sudah sekian lama latihan, saya mendapat cap merah atsu nilai merah untuk latihan, dalam bahasa sunda cap beureum. Namun tidak hanya saya saja yang di tandai merah, tetapi juga banyak hampir 20 orang  untuk 1 angkatan, nah pada saat ini guru pembimbing kami Bpa Yudistira, mengusulkan atau punya ide , membuat 1 group yang didalamnya hanya orang-orang terpilih yang tidak bisa seni sunda termasuk saya,  di sini group ini harus menampilkan yang terbaik dari yang lainnya dan yang belum pernah di tampilkan pada angkatan sebelumnya. Di sini pa yudi ingin menampilkan sesuatu yang baru .
yaitu bermain alat musik tradisional sunda yang hampir punah yaitu KARINDING, dan pa yudi pun kepikiran menamai group kami  dengan nama KARINDING BEUREUM, nama ini di ambil dari nilai kami yang semuanya mempunyai  cap merah.  Pada awalnya saya itu tidak tau apa itu karinding, bagaimana cara bermainnya, siapa penciptanya,  dari bahan apa itu karinding dan bagaimana sejarah awal mula adanya karinding  ?  lalu saya mencoba memperdalam tentang karinding mulai dari teman komunitas karinding lainya, dari guru seni budaya sunda maupun browsing di internet .

Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun untuk mengusir hama di sawah—bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama. Karena ia mengeluarkan bunyi tertentu, maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upaca adat. Maka tak heran jika sekarang punkarinding masih digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Bahkan, konon, karinding ini digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai. Jika keterangan ini benar maka dapat kita duga bahwa karinding, pada saat itu, adalah alat musik yang popular di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya. Mungkin keberadaannya saat ini seperti gitar, piano, dan alat-alat musik modern-popular saat ini.
Beberapa sumber menyatakan bahwa karinding telah ada bahkan sebelum adanya kecapi. Jika kecapi telah berusia sekira lima ratus tahunan maka karinding diperkirakan telah ada sejak enam abad yang lampau. Dan ternyata karinding pun bukan hanya ada di Jawa Barat atau priangan saja, melainkan dimiliki berbagai suku atau daerah di tanah air, bahkan berbagai suku di bangsa lain pun memiliki alat musik ini–hanya berbeda namanya saja. Di Bali bernama genggong, Jawa Tengah menamainya rinding, karimbi di Kalimantan, dan beberapa tempat di “luar” menamainya dengan zuesharp ( harpanya dewa Zues). Dan istilah musik modern biasa menyebut karinding ini dengan sebutan harpa mulut (mouth harp). Dari sisi produksi suara pun tak jauh berbeda, hanya cara memainkannya saja yang sedikit berlainan; ada yang di trim (di getarkan dengan di sentir), di tap ( dipukul), dan ada pula yang di tarik dengan menggunakan benang. Sedangkan karinding yang di temui di tataran Sunda dimainkan dengan cara di tap atau dipukul.
Karinding mulanya terbuat dari pelepah aren dengan panjang 10-20 sentimeter. Namun, dalam perkembangannya, pelepah aren semakin langka karena banyak warga yang menebang pohon aren. Alasan mereka, pohon itu tidak lagi berbuah. Maka, pelepah aren terbuang, tidak sempat tua dan mengering. Material yang digunakan untuk membuat karinding (di wilayah Jawa Barat), ada dua jenis: pelepah kawung dan bambu.

                           
                                          
  ( Gambar karinding yang terbuat dari pelepah kawung )                                      


                                  






                                                                         

                                 

( gambar karinding yang terbuat dari bambu )

Jenis bahan dan jenis disain bentuk karinding ini menunjukan perbedaan usia, tempat, dan sebagai perbedaan gender pemakai. Semisal bahan bambu yang lebih menyerupai susuk sanggul, ini untuk perempuan, karena konon ibu-ibu menyimpannya dengan di tancapkan disanggul. Sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek, karena biasa disimpan di tempat mereka menyimpan tembakau. Tetapi juga sebagai perbedaan tempat dimana dibuatnya, seperti di wilayah priangan timur, karinding lebih banyak menggunakan bahan bambu karena bahan ini menjadi bagian dari kehidupannya.
Karinding umumnya berukuran: panjang 10 cm dan lebar 2 cm. Namun ukuran ini tak berlaku mutlak; tergantung selera dari pengguna dan pembuatnya—karena ukuran ini sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bunyi yang diproduksi.
Karinding terbagi menjadi tiga ruas: ruas pertama menjadi tempat mengetuk karinding dan menimbulkan getaran di ruas tengah. Di ruas tengah ada bagian bambu yang dipotong hingga bergetar saat karindingdiketuk dengan jari. Dan ruas ke tiga (paling kiri) berfungsi sebagai pegangan.
Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, lalu memukul atau menyentir ujung ruas paling kanan karindingdengan satu jari hingga “jarum” karinding pun bergetar secara intens. Dari getar atau vibra “jarum” itulah dihasilkan suara yang nanti diresonansi oleh mulut. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah. Secara konvensional—menurut penuturan Abah Olot–nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.

Seseorang yang melestarikan karinding adalah Endang Sugriwa alias Abah Olot


  

  ( Gambar abah Olot )


ENDANG SUGRIWA 


Nama lain : Abah Olot
Usia : 46 tahun
Istri : Lina Karlina
Anak :
- Diki Sumbawa (24)
- Erna Oktaviana (17)
- Agin Nur Prosesta (6)
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Perajin alat musik bambu dan seniman
Penghargaan : Juara Awi-Awi Mandiri 2009 yang diselenggarakan Saung Angklung Udjo dan
Bank Mandiri

Abah olot meyakini, alat musik tradisional sebagai bagian dari kebudayaan suatu suku atau
bangsa harus dilestarikan. Ini demi kebertahanan identitas masyarakat suku atau bangsa tersebut. Tahun 2003, ketika Karinding, alat musik tradisional Sunda, dikabarkan punah, ia terperangah. "Saya punya tanggung jawab," katanya.
Bangkitnya karinding di zamannya anak muda masa kini, pada tahun 2008, pada perayaan ulang tahun Kota Bandung, abah olot bertemu komunitas kreatif kaum muda Bandung yang tergabung dalam Commonrooms.
"Mereka minta suplai karinding untuk dimainkan di depan publik," kata Abah Olot. Pada tahun yang sama dibentuk kelompok musik Karinding Attack beranggota delapan orang. Personil Karinding Attack bukan seniman tradisional Sunda. Mereka berasal dari komunitas musik underground dan death metal yang sering dianggap "budak baong"(anak nakal). Abah Olot justru mengajari mereka memainkan
karinding.



itulah yang saya tau selama ini tentang karinding, sesudah saya mengetahui secara rinci tentang karinding, lalu kami mencoba memainkan karinding dan tentunya masih  dibimbing oleh guru kami bpa yudi setelah itu pada saat latihan pa yudi juga rekan-rekan mencoba untuk membuat lagu dan mengkombinasikan alat musik tersebut.
setalah beberapa lama kami latihan dari awal memainkan karinding sampai terbuat lagu yang berjudul eling-eling dan gabungan alat musik karinding, dog-dog juga gong alhamdulilah hasilnya bagus  …
sesudah lama latihan dan juga hasilnya bagus dan pada saat tampilpun hasilnya bagus juga memuaskan …
 

       ( gambar pada saat tampil pagelaran SMP YAS  )

Itulah cerita awalmula tebentuknya group KARINDING BEUREUM generation I, lalu dengan beresnya pagelaran karinding beureum sempat bubar karna mungkin kondisi alatnya tidak memadai juga para personil yang juga kurang berminat mengembangkan kembali seni sunda dan itu pun berbeda kelas jadi komonikasi aga sulit pada saat itu …
Setelah bubarnya group karinding beureum generation I, lalu terbentuklah group karinding berikutnya
Yaitu Next Generation II KARINDING BEUREUM yang seluruh personolilnya dari kelas 9F
 BOSA TADI TIPADI ( Bobotoh Santai Tapi Jadi Titian Pak Yudi ) arti kata itu adalah judul acara pagelaran kelas kami kelas 9F, dan kebetulan wali kelas kami adalah guru seni budaya sunda yaitu pa yudi.  Awalnya group baru ini terbentuk karna kemauuan kami tentang melestarikan karinding yang hampir punah itu, lalu kami mencari  info tentang karinding, mulai dari alat-alat juga nada karinding yang kemudian di mainkan dalam nada yang sama tetapi setelah group karinding beureum  sudah bisa memainkan nada yang sama juga memainkan semua alat dari bambu, seperti karinding( abah olot ) , celempung, toleat, water bambo, jiridu dan efek yang terbuat dari bamboe lainya, lalu kami dan pa yudi mencoba untuk membuat sebuah pertunjukan karinding yang berbeda yaitu, berpuisi sunda dengan diringi suara karinding, setelah ide itu tercipta lalulah kami memulai latihan dengan judul puisi sunda tandang karya yayat hendayana dan di ringi dengan musik karinding dari pipirigan tutunggulan dan di gabungkan dengan nada karinding dari lagu maaf cipta’an karinding attack.
setelah semua itu tercipta lalu kami mencoba tampil di berbagai tempat, tanpa di bayar demi sebuah tersohornya nama karinding beureum di  mata masyarakat sunda dan juga untuk mental kami di atas pangung dengan memainkan alat musik karinding.

                                                      
    ( Gambar group Karinding Beureum )
   Pada saat acara pameran di SMP YAS
                                  
  
 ( Gambar group Karinding Beureum )
 Pada saat acara seni sunda

                           
 ( Gambar group Karinding Beurem )
Pada saat latihan untuk peresmian gedung palagan atikan sunda

Dan juga masih banyak acara yang kami kunjungi tapi itulah gambar group karinding yang di bisa di tampilkan.

Personil karinding beureum :
Aditya Rustiana (SMA YAS ) : Suling
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000278140341
Andrean Imanudin Ramdani (SMAN16) : Jiridu
http://www.facebook.com/dean.andrean3
Ari Rostandi (SMKN2) : Vocal & Karinding
Devi syech Haludin (SMK2) : Karinding
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000818054692
Fajar Arif Pamungkas (SMK15) :  Karinding
http://www.facebook.com/dudungkabayannambru
Khoirul Salman Riyadi (SMAN) : Celempung, Karinding & Toleat
http://www.facebook.com/louiejrockstars
Indra Kusumah Kusnadi (SMAN23) : Celempung & Karinding
http://www.facebook.com/indra.namB?ref=ts
Taufik Hernandianto (SMKN2) : Karinding
 http://www.facebook.com/opick.sundanese
Rifki Sawatul Rizal (SMKN2) : Second Vokal
 http://www.facebook.com/profile.php?id=100000468842908
Angga Handika Fitri (SMKN2) : Karinding
jika ada kritik dan saran tentang karinding beureum juga berminat gabung untuk melestarikan karinding kontak person aja ke
Andrean Imanudin Ramdani:  HP 085222883359
Khoirul Salman Riyadi         :  HP 089656552827

 Mungkin sekian dulu cerita dari saya. tapi kisah saya masih belum selesai dan masih panjang untuk melestarikan budaya sunda .

terima kasih atas perhatiana nya
salam budaya sunda
SAMPURASUN !

Minggu, 18 September 2011

Pengalaman saya bergabung di organisasi JATI SILOKA WIRA KSATRIA ( PKS STMN 1 / SMKN 2 Kota Bandung )

Tentang saya, saya seorang siswa di SMKN 2 Bandung yang berkeinginan untuk belajar dan mencari pengalaman di masa-masanya sekolah di SMK, tentunya tidak seru bila pengalaman saya tidak ada rintangan yang menghadang, rintangan disini bukan berarti saya mempunyai  masalah dalam perarturan yang ada di sekolah, tetapi rintangan dalam mengikuti ekstrakurikuler, mengerjakan tugas. berusaha disiplin, jujur dan menjadi lebih baik juga termasuk rintangan.
Dalam bergabung di kegiatan ekstrakurikuler saya mencoba untuk mencari  pengalaman di JATI SILOKA WIRA KSATRIA ( PKS STMN 1 / SMKN 2 Kota Bandung ) saya ingin masuk PKS karena menurut saya sikap seorang anggota PKS sangat gagah di mata saya, apalagi sudah memakai seragamnya. Pada awal masuk di PKS saya tidak tahu sama sekali apa itu PKS, bagaimana itu PKS, dan gimana bertugas atau berperan di PKS Bahkan sampai lambangnya pun tidak tahu sama sekali, maklum namanya juga baru masuk,, hehehe. Sebelum saya masuk di PKS saya melihat di mading sekolah persyaratan menjadi anggota PKS adalah : 1. Berbadan sehat dan tidak cacat. 2. Cakap memimpin. 3. Dapat dipercaya. 4. Diutamakan murid – murid yang pandai di sekolahnya. 5. Berdisiplin tinggi.  6. Berinisiatif.  7. Tegas, ramah dalam tindakannya. 8. Tidak mudah tersinggung. 9. Mempunyai rasa tanggungjawab. 10. Memiliki rasa kebangsaan. 11. Menjadi anggota PKS secara sukarela. 12. Persetujuan tertulis dari orangtuanya . sesudah saya lihat waw ternyata saya pisant , kecuali no 12,
Dan setelah semuanya telah sipenuhi saya mulai ikut ke giatan PKS.
Waktu awal masuk saya dikenal kan apa itu PKS, PKS kepanjangan dari PATROLI KEAMANAN SEKOLAH. PKS merupakan suatu organisasi yang merupakan wadah dari partisipasi para pelajar yang berminat dalam bidang pengetahuan lalu lintas, khususnya dalam mengatur penyeberangan pada jalan umum disekitar sekolahnya
masing – masing. Adapun dikenalkan yang namanya JSWK, JATI SILOKA WIRA KSATRIA  merupakan pengikat rasa persaudaraan antara anggota aktif maupun yang sudah alumni dari satuan PKS STM Negeri 1 / SMK Negeri 2 Kota Bandung. Dan diberitahu peranan PKS yaitu:
1. Menanamkan kebiasaan kepada para pelajar agar sejak duduk dibangku sekolah   
     telah mengenal dasar – dasar pengaturan / peraturan lalu lintas dan cara – cara  
     bertingkah laku yang benar di jalan
2. Selain itu diharapkan mereka mampu mengatur penyeberangan dijalan umum di   
    sekitar sekolah. Dan mempelajari kegiatan PKS adalah :
    * Mempelajari pengetahuan kelalulintasan.
    * Mempelajari wewenang serta tugas pihak pengelola ruang lingkup
       kelalulintasan.
    * Mempelajari mengenai keamanan dan keselamatan.
Mata pelajaran teori meliputi,      1. Peraturan – peraturan dasar lalu lintas.  2. Rambu – rambu lalu lintas.   3. Pengaturan lalu lintas, khususnya cara – cara menyebrang.         4. Senam lalu lintas, khususnya gerakan – gerakan dasar pengaturan lalu lintas dengan tangan. 5. Peraturan Baris – Berbaris. 6. Pengetahuan dasar PPPK.  7. Disiplin / sopan santun lalu lintas.  8. Melakukan tindakan pertama di tempat kejadian secara terbatas sesuai dengan tingkat kecerdasan. Dan yang pasti dberitahu lambang beserta maknanya yaitu seperti pada di bawah ini  : 

 ini merupakan lambang dari PKS seusai dengan ketentuan. arti dan makna :
1.  warna merah putih merupakan simbolis dari bendera Indonesia
2.  bentuk segitiga terbalik diambil dari bentuk salahsatu rambu - rambu lalu lintas yang artinya beri kesempatan.
3.   gambar pada bagian tengah lambang yang berbentuk mata sapi yang berati pengatur. inti dari arti lambang PKS adalah dengan keberanian (warna merah) disertai ketulusan (warna putih) bertugas melakukan pangaturan lalu lintas.

Awal-awal masuk, kebetulan bertepatan pada bulan ramadhan dan sebentar lagi menuju libur lebaran saya sudah di beri tugas di TLL AISN Bandung
( Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung ) selama 6 hari . Disana kami para anggota PKS menjaga dan menertibkan keamanan, karena di hari libur taman hiburan pasti ramai di kunjungi pengunjung.  Disana juga pasti ada sukanya maupun dukanya, sukanya yang pasti kita bisa belajar dan rekreasi di TLL, dan dukanya hanya tidak bisa bertemu keluarga dari jauh karena bertugas. Sesudah berakhirnya kegiatan di TLL dan berakhirnya libur lebaran kami anggota PKS menjalani pelajaran demi pelajaran yang baru, dan mengikuti KBM seperti biasa lagi. Dan Pengalaman saya di PKS belum selesai dan  masih panjang pengalaman saya di PKS SMKN 2 Kota Bandung .


Gambar anggota PKS yang bertugas di TLL AISN saat libur lebaran.

Takut kurang jelas ini gambar saya ..
Ahaha …

Selasa, 13 September 2011

CORETAN SAYA DI SMKN 2 BANDUNG UNTUK MENGGAPAI MIMPI

Perjalanan saya  diawali dengan mendaftarkan diri menjadi siswa di SMKN 2 Bandung pada jurusan TKJ, Pada saat itu saya melihat banyak sekali siswa yang ingin menjadi siswa di SMKN 2 Bandung yang menurut saya mereka adalah siswa-siswi yang berbakat. Sesudah pendaftaran kami para para cadik ( calon peserta didik ) sebelumnya mengikuti test, yang berupa test kesehatan dan test fisik.

   Sesudah mengikuti persyaratan untuk masuk di SMKN 2 Bandung seperti surat-surat dan test-test yang sudah saya laksanakan akhirnya Pada pengumuman hasil pendaftaran ternyata Alhamdullilah saya berhasil diterima, Saya sangat senang karena dapat diterima di SMKN 2 Bandung pada jurusan TKJ. Pada awal masuk saya dan siswa–siswi yang telah berhasil diterima diperkenalkan tentang pengenalan lingkungan di sekolah oleh Kaka kelas dan juga Guru-guru yang membimbing kami para cadik  pada kegiatan MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ) dan LDDT ( Latihan Dasar Disiplin Teknologi ) sangat senang dan bahkan sangat kesal, kita para cadik di gembleng untuk disiplin dalam segala ha,l upaya dari LDDT di sekolah itu hanya untuk latihan agar nantinya terbiasa dalam kehidupan keseharian saya. Tidak hanya MPLS dan LDDT di sekolah saja, belum juga kegiatan LKS ( Latihan Kedisiplinan Siswa ) yang dilaksanakan di SECAPA AD selama 4 hari 3 malam disana kami bukan lagi di latih dengan kakak kelas atau guru-guru kami bahkan dilatih oleh para INSTRUKTUR dari dinas pendidikan. di SECAPA AD pun ada senangnya ada dukanya, tapi kebanyakan sih susahnya, hehe. Karna disana mandi, makan, tidur, blajar pun tidak enak semua hal itu dilakukan harus dengan aturan-aturan seperti perwira kami  pada kegiatan ini saya mendapatkan ilmu yang bermanfaat sekali dan teman-teman baru khususnya di kelas X- TKJ2 setelah kegiatan ini kami sudah menjadi SISWA dan SISWI SMKN 2 Bandung. siswa-siswi pada jurusan TKJ diperkenalkan tentang bagaimana pembelajaran TKJ di SMKN 2 .
   Pada saat awal pembelajaran, Guru produktif saya memberikan pelajaran mengenai Hardware, pada saat itu saya belajar mengenai Hardware-hardware apasaja yang membentuk sebuah pc dan fungsi-fungsi dari masing-masing hardware, merakit pc, maintenance and repair pc.Pada dasarnya saya belajar di SMKN 2 Bandung pada jurusan TKJ bilamana Guru produktif memberikan materi kepada kami (siswa-siswi x TKJ 2) maka selesai materi diberikan, maka Guru produktif selalu memberikan tugas pada kami, pada saat itu saya merasa sedikit khawatir dengan tugas-tugas yang menumpuk, karena takut bila tidak dikerjakan.
   Tapi saya yakin bahwa tugas-tugas yang diberikan oleh Guru-Guru Produktif sifatnya adalah membangun kedisiplin kita dalam bersikap dan mengerjakan tugas tepat waktu dan juga saya merasa bahwa Guru-Guru di produktif memberikan tugas yang menumpuk adalah gambaran bagaimana sifat atau hal-hal dalam dunia kerja yang sangat mementingkan kedisiplinan dan kejujuran dalam berbagai hal. Mungkin sekian dulu cerita dari saya. tapi kisah saya masih belum selesai dan masih panjang untuk  mencapai sukses di SMKN 2 Bandung.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management