Sabtu, 14 Januari 2012

Memory internal dan eksternal

A.Memory Internal
pengertian memori adalah suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program.sedangkan Memori internal, yang dimaksud adalah bahwa memori terpasang langsung pada motherboard.
Dengan demikian, pengertian memory internal sesungguhnya itu dapat berupa :
·  First-Level (L1) Cache
·  Second-Level (L2) Cache
·  Memory Module
Akan tetapi pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
·  RAM (Random Access Memory) dan
·  ROM (Read Only Memory)

Penjelasan dari masing- masing pengertian diatas adalah sebagai berikut :
1. First Level (L1) Cache
Memory yang bernama L1 Cache ini adalah memori yang terletak paling dekat dengan prosessor (lebih spesifik lagi dekat dengan blok CU (Control Unit)). Penempatan Cache di prosessor dikembangkan sejak PC i486. Memori di tingkat ini memiliki kapasitas yang paling kecil (hanya 16 KB), tetapi memiliki kecepatan akses dalam hitungan nanodetik (sepermilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah data yang paling penting dan paling sering diakses. Biasanya data di sini adalah data yang telah diatur melalui OS (Operating system) menjadi Prioritas Tertinggi (High Priority).
2. Second-Level (L2) Cache
Memori L2 Cache ini terletak di Motherboard (lebih spesifik lagi : modul COAST : Cache On a Stick. Bentuk khusus dari L2 yang mirip seperti Memory
Module yang dapat diganti-ganti tergantung motherboardnya). Akan tetapi ada juga yang terintegrasi langsung dengan MotherBoard, atau juga ada yang
terintegrasi dengan Processor Module. Di L2 Cache ini, kapasitasnya lebih besar dari pada L1 Cache. Ukurannya berkisar antara 256 KB-2 MB. Biasanya L2 Cache yang lebih besar diperlukan di MotherBoard untuk Server. Kecepatan akses sekitar 10 ns.
3. Memory Module
Memory Module ini memiliki kapasitas yang berkisar antara 4 MB-512 MB. Kecepatan aksesnya ada yang berbeda-beda. Ada yang berkecepatan 80 ns, 60 ns, 66 MHz (=15 ns), 100 MHz(=10ns), dan sekarang ini telah dikembangkan PC133mhZ(=7.5 ns).
Memori modul di kelompok kan menjadi 2,yaitu :
a)     Single In-Line Memory Module (SIMM)
b)     DIMM (Dual In-Line Memory Module)


1.Sistem Memory Komputer
          Untuk mempelajari sistem memori secara keseluruhan, harus mengetahui karakteristik kuncinya. 
Dilihat dari lokasi, memori dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu register, memori internal dan memori eksternal. Register berada di dalam chip prosesor, memori ini diakses langsung oleh prosesor dalam menjalankan operasinya. Register digunakan sebagai memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor.Memori internal adalah memori yang berada diluar chip prosesor namun mengaksesannya langsung oleh prosesor. Memori internal dibedakan menjadi memori utama dan cache memori.Memori eksternal dapat diakses oleh prosesor melalui piranti I/O.

 Karakteristik lainnya adalah kapasitas. Kapasitas memori internal maupun eksternal biasanya dinyatakan dalam mentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang word umumnya 8, 16, 32 bit. Memori eksternal biasanya lebih besar kapasitasnya daripada memori internal, hal ini disebabkan karena teknologi dan sifat penggunaannya yang berbeda.

Karakteristik berikutnya adalah satuan tranfer. Bagi memori internal, satuan tranfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori. Jumlah saluran ini sering kali sama dengan panjang word, tapi dimungkinkan juga tdak sama. Tiga konsep yg berhubungan dg satuan transfer :
• Word, merupakan satuan “alami” organisasi memori. Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi.
• Addressable units, pada sejumlah sistem, adressable units adalah word. Namun terdapat sistem dengan pengalamatan pada tingkatan byte. Pada semua kasus hubungan antara panjang A suatu alamat dan jumlah N adressable unit adalah 2A =N.
• Unit of tranfer, adalah jumlah bit yang dibaca atau dituliskan ke dalam memori pada suatu saat.
Perbedaan tajam yang terdapat pada sejumlah jenis memori adalah metode access-nya. Terdapat empat macam metode :
• Sequential access, memori diorganisasi menjadi unit – unit data yang disebut record.Akses harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi mengalamatan yang disimpan dipakai untuk memisahkan record – record dan untuk membantu proses pencarian.
• Direct access, sama sequential access terdapat shared read/write mechanism. Setiap blok dan record memiliki alamat unik berdasarkan lokasi fisiknya. Akses dilakukan langsung pada alamat memori.
• Random access, setiap lokasi memori dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung. Contohnya adalah memori utama.
• Associative access, merupakan jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan.
Berdasarkan karakteristik unjuk kerja, memiliki tiga parameter utama pengukuran unjuk kerja,yaitu :
• Access time
• Memory cycle time
• Transfer rate

2.Memory Utama

Memori utama merupakan media penyimpanan dalam bentuk array
yang disusun word atau byte, kapasitas daya simpannya bisa jutaan susunan.
Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Data yang disimpan pada
1. Random Access Memory ( RAM )
2. Read Only Memory ( ROM )
3. CMOS Memory
4. Virtual Memory
memori utama ini bersifat volatile, artinya data yang disimpan bersifat
sementara dan dipertahankan oleh sumber-sumber listrik, apabila sumber listrik
dimatikan maka datanya akan hilang.Memori utama digunakan sebagai media penyimpanan data yang berkaitan dengan CPU atau perangkat I/O.

Fungsi dari Memori Utama
Address bus pertama kali mengontak computer yang disebut memori. Yang dapat di akses oleh CPU dalam melakukan salah satu dari proses membaca (read) atau menuliskan/menyimpan (write) ke memori tersebut. Memori ini diistilahkan
juga sebagai Memori Utama.
Memori dapat dibayangkan sebagai suatu ruang kerja bagi komputer dan
memori juga menentukan terhadap ukuran dan jumlah program yang bias juga
jumlah data yang bias diproses. Memori terkadang disebut sebagai primary
storage, primary memory, main storage, main memory, internal memory.
     Memori berfungsi menyimpan sistim aplikasi, sistem pengendalian, dan data
yang sedang beroperasi atau diolah. Semakin besar kapasitas memori akan
meningkatkan kemapuan komputer tersebut. Memori diukur dengan KB atau
MB. Random Access Memory (RAM), merupakan bagian memory yang bisa
digunakan oleh para pemakai untuk menyimpan program dan data.
3.Cache Memory

Memori utama yang digunakan sistem computer pada awalnya dirasakan masih lambat kerjanya dibandingkan dengan kerja CPU, sehingga perlu dibuat sebuah memori yang dapat membantu kerja memori utama tersebut. Sebagai perbandingan waktu akses memori cache lebih cepat 5 sampai 10 kali dibandingkan memori utama.

      Cache berisi salinan sebagian isi memori utama. Pada saat CPU membaca sebuah word memory, maka dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah word tersebut berada di cache. Jika word memori terdapat di cache, maka akan dikirimkan ke CPU yang dikenal sebagai proses HIT. Sedangkan bila tidak ada,maka blok memori utama yang terdiri dari sejumlah word tetap akan diletakan/dicopikan di cache yang dikenal sebagai proses MISS dan selanjutnya dikirimkan ke CPU.

Elemen-elemen rancangan cache
a.Ukuran Cache
Ukuran cache disesuaikan kebutuhannya dalam membantu kerja memori utama. Semakin besar ukuran cache, maka semakin besar jumlah gerbang (gate) yang terdapat pada pengalamatan cache, akibatnya adalah cache yang berukuran
besar cenderung lebih lambat dibanding dengan cache berukuran kecil.
b. Fungsi pemetaan (mapping)
Saluran cache lebih sedikit jumlah nya jika dibandingkan saluran blok memori utama sehingga perlu algoritma untuk pemetaan blok-blok memori ke dalam saluran cache dan juga alat untuk menentukan blok memori utama yang sedang memakai saluran cache. Pemilihan fungsi pemetaan seperti langsung, asosiatif dan asosiatif set akan menentukan bentuk organisasi cache.
c.Pemetaan Langsung
Teknik yang paling sederhana, yaitu memetakkan masing-masing blok memori utama hanya ke sebuah saluran cache saja.Fungsi pemetaan mudah diimplementasikan dengan menggunakan alamat. Cache diakses dengan menggunakan alamat memori utama dianggap terdiri tiga field yaitu tag, line, dan word. Kekurangannya yang utama adalah terdapat lokasi cache yang tetap bagi sembarang blok-blok yang diketahui..
d.Pemetaan Asosiatif
Mengatasi kekurangan pemetaan langsung dengan cara mengizinkan setiap blok memori utama untuk dimuatkan ke sembarang saluran cache. Dalam hal ini, cache control logic menginterpretasikan alamat memori hanya sebagai sebuah field tag dan field word. Field tag secara unik mengidentifikasi suatu blok memori utama. Untuk menentukan apakah suatu blok berada di dalam cache, maka cache control logic harus secara simultan memeriksa setiap tag saluran yang sesuai. Dengan pemetaan asosiatif, terdapat fleksibilitas penggantian blok ketika sebuah blok di baca ke dalam cache. Kekurangan pemetaan ini adalah kompleksitas rangkaian yang diperlukan untuk menguji tag seluruh saluran cache secara parallel.

4.Organisasi DRAM
Dynamic RAM
Secara internal, setiap sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah
Transistor dan 1 buah Kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan
agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh
karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang
disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak
daripada kinerja Static RAM.Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, modul memori berkembang beriring-iringan dengan perkembangan processor. Jenis DRAM ini juga mengalami perkembangan.
Perkembangan Jenis DRAM
A.Synchronous DRAM (SDRAM) adalah salah satu contohnya. Dalam SDRAM ini (yang biasanya dikenal sebagai SIMM SDRAM) hanyalah memperbaiki kecepatan akses data yang tersimpan. Dengan proses sinkronisasi kecepatan modul ini dengan Frekuensi Sistem Bus pada prosesor diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Modul EDO RAM dapat bawa ke kecepatan tertingginya di FSB maksimum 75MHz, sedangkan SDRAM dapat dibawa ke kecepatan 100MHz pada system yang sama. SDRAM ini juga dikembangkan lebih jauh.
1.PC100 RAM
  SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 100MHz
2. PC133 RAM
  SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 133MHz

SDRAM yang dikembangkan untuk kebutuhan server yang memiliki kinerja yang berat. Jenis SDRAM ini dapat mencari kerusakan data pada sel memori yang bersangkutan dan langsung dapat memperbaikinya. Akan tetapi, batasan dari SDRAM jenis ini adalah, sel data yang dapat diperbaiki hanya satu buah sel saja dalam satu waktu pemrosesan data.
B. Burst EDO RAM (BEDO RAM) adalah jenis EDO yang memiliki kemampuan Bursting. Kinerja yang telah digenjot bisa 100% lebih tinggi dari FPM, 33% dari EDO RAM. Semula dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi karena prosesnya yang asinkron, dan hanya terbatas sampai 66MHz, praktis BEDO RAM ditinggalkan.
C. Serial Presence Detect (PSD) adalah perkembangan dari DIMM yang menyertakan sebuah chip EPROM yang dapat menyimpan informasi tentang modul ini. Chip kecil yang memiliki 8 pin ini bertindak sebagai SPD yang sedemikian rupa sehingga BIOS dapat membaca seluruh informasi yang tersimpan didalamnya dan dapat menyetarakan FSB dengan waktu kerja untuk performa CPU-RAM yang sempurna.






B.Memory Eksternal
Memory Eksternal adalah memori yang menyimpan data dalam media fisik berbentuk kaset atau disk. agar tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing) maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja Static RAM.
  
          1.Multiple Disk
         
a.harddisk
disebut juga dengan cakram keras berbentuk piringan hitam terbuat dari alumunium dan dilapisi bahan magnetic. Hard disk sudah menjadi komponen utama dari PC untuk sistem operasi. Komponen bagian hard disk terdiri dari sebuah jarum untuk membaca data di cakram. Mempunyai kapasitas lebih besar dari floppy disk. Kecepatan putarannya bervariasi, ada yang 5400 putaran per menit bahkan ada yang sampai 7200 putaran per menit. Kemampuan sebuah hardisk biasanya ditentukan oleh banyaknya data yang bias disimpan. Besarnya bervariasi, ada yang 1,2 GB hingga 80 GB. 1 GB sama dengan 1000 MB, sedangkan 1 MB sama dengan 1000 KB.

IDE Disk (Harddisk)
Saat IBM menggembangkan PC XT, menggunakan sebuah hardisk Seagate 10 MB untuk menyimpan program maupun data. Harddisk ini memiliki 4 head, 306 silinder dan 17 sektor per track, dicontrol oleh pengontrol disk Xebec pada sebuah kartu plug-in.
Teknologi yang berkembang pesat menjadikan pengontrol disk yang sebelumnya terpisah menjadi satu paket terintegrasi, diawali dengan teknologi drive IDE (Integrated Drive Electronics) pada tengah tahun 1980. Teknologi saat itu IDE hanya mampu menangani disk berkapasitas maksimal 528 MB dan mengontrol 2 disk. Seiring kebutuhan memori, berkembang teknologi yang mampu menangani disk berkapasitas besar. IDE berkembang menjadi EIDE (Extended Integrated Drive Electronics) yang mampu menangani harddisk lebih dari 528 MB dan mendukung pengalamatan LBA (Logical Block Addressing), yaitu metode pangalamatan yang hanya memberi nomer pada sektor – sector mulai dari 0 hingga maksimal 224-1. Metode ini mengharuskan pengontrol mampu mengkonversi alamat – alamat LBA menjadi alamat head, sektor dan silinder. Peningkatan kinerja lainnya adalah kecepatan tranfer yang lebih tinggi, mampu mengontrol 4 disk, mampu mengontrol drive CD-ROM.
SCSI Disk (Harddisk)
Disk SCSI (Small Computer System Interface) mirip dengan IDE dalam hal organisasi pengalamatannya. Perbedaannya pada piranti antarmukanya yang mampu mentransfer data dalam kecepatan tinggi. Versi disk SCSI terlihat pada tabel 5.3. Karena kecepatan transfernya tinggi, disk ini merupakan standar bagi komputer UNIX dari Sun Microsystem, HP, SGI, Machintos, Intel terutama komputer – komputer server jaringan, dan vendor – vendor lainnya.SCSI sebenarnya lebih dari sekedar piranti antarmuka harddisk. SCSI adalah sebuah bus karena SCSI mampu sebagai pengontrol hingga 7 peralatan seperti: harddisk, CD ROM, rekorder CD, scanner dan peralatan lainnya. Masing – masing peralatan memiliki ID unik sebagai media pengenalan oleh SCSI.



b.flashdisk
Adalah piranti penyimpan dari floppy drive jenis lain yang mempunyai kapasitas memori 128 MB, dengan menggunakan kabel interface jenis USB (Universal Serial Bus), sangat praktis dan ringan dengan ukuran berkisar 96 x 32 mm dan pada bagian belakang bentuknya agak menjurus keluar, digunakan untuk tempat penyimpanan baterai jenis AAA dan terdapat port USB yang disediakan penutupnya yang berbentuk sama dengan body utamanya dan juga mempunyai layar LCD yang berukuran 29,5 x 11 mm.

Flash disk dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti :
  • Sebagai storage (penyimpan data)
  • Sebagai MP3 player
  • Sebagai voice recording
  • Sebagai FM Tuner (radio)
Pada teknologi masa kini, flash memory mengalami perkembangan
penyimpan data dengan kapasitas menjadi 512 MB (megabyte) hingga 1 GB (gigabyte) dan dengan ukuran sekitar 18 x 16,5 x 7,5 mm yang mempunyai kemampuan transfer data sekitar 480 Mbps, sehingga untuk pengunaan file dengan memori 120 Mb, dapat melakukan pembacaan data sekitar 88 Mbps dan untuk penulisan data sekitar 5 Mbps. Bentuknya aneka ragam ada yang seukuran lebih kecil atau lebih besar dari keluaran pertamanya. Bahkan saat ini ada yang berkapasitas sekitar 2, 2 GB dengan ukuran seperti kotak kecil.Flash disk mempunyai kemampuan transfer data untuk penulisan mencapai 350 Kbps, sedangkan untuk pembacaan mencapai 665 Kbps. Pada perlengkapan pendukungnya tersedia peralatan earphone, baterai jenis AAA, kabel ektensi USB dan CD driver flash disk untuk install. Untuk versi windows ME, windows 2000 dan windows XP sudah dapat mendeteksi untuk konfigurasi flash disk, kecuali sistem operasi windows 98 belum dapat mendeteksi secara otomatis, jadi harus diinstall driver-nya terlebih dahulu.

c.floppydisk
Dengan berkembangnya komputer pribadi maka diperlukan media untuk
mendistribusikan software maupun pertukaran data. Solusinya ditemukannya disket atau floppy disk oleh IBM.

Karakteristik disket adalah head menyentuh permukaan disk saat membaca ataupun menulis. Hal ini menyebabkan disket tidak tahan lama dan sering rusak. Untuk mengurangi kerusakan atau aus pada disket, dibuat mekanisme penarikan head dan menghentikan rotasi disk ketika head tidak melakukan operasi baca dan tulis. Namun akibatnya waktu akses disket cukup lama. Gambar 5.6. memperlihatkan bentuk floppy disk.

Ada dua ukuran disket yang tersedia, yaitu 5,25 inchi dan 3,5 inchi dengan masing –
masing memiliki versi low density (LD) dan high density (HD). Disket 5,25 inchi sudah tidak popular karena bentuknya yang besar, kapasitas lebih kecil dan selubung pembungkusnya tidak kuat.

d.CD ROM
(Compact Disk – Read Only Memory). Merupakan generasi CD yang diaplikasikan sebagai media penyimpan data komputer. Dikenalkan pertama kali oleh Phillips dan Sony tahun 1984 dalam publikasinya, yang dikenal dengan Yellow Book. Perbedaan utama dengan CD adalah CD ROM player lebih kasar dan memiliki perangkat pengoreksi kesalahan, untuk menjamin keakuratan tranfer data ke komputer. Secara fisik keduanya dibuat dengan cara yang sama, yaitu terbuat dari resin, contohnya polycarbonate, dan dilapisi dengan permukaan yang sangat reflektif seperti aluminium. Penulisan dengan cara membuat lubang mikroskopik sebagai representasi data dengan laser berintensitas tinggi. Pembacaan menggunakan laser berintensitas rendah untuk menterjemahkan lubang mikroskopik ke dalam bentuk data yang dapat dikenali komputer. Saat mengenai lubang miskrokopik, intensitas sinar laser akan berubah – ubah. Perubahan intensitas ini dideteksi oleh fotosensor dan dikonversi dalam bentuk sinyal digital.Karena disk berbentuk lingkaran, terdapat masalah dalam mekanisme baca dan tulis,yaitu masalah kecepatan. Saat disk membaca data dibagian dekat pusat disk diperlukan putaran rendah karena padatnya informasi data, sedangkan apabila data berada di bagian luar disk diperlukan kecepatan yang lebih tinggi. Ada beberapa metode mengatasai masalah kecepatan ini,
diantaranya dengan sistem constant angular velocity (CAV), yaitu bit – bit informasi direkam dengan kerapatan yang bervariasi sehingga didapatkan putaran disk yang sama. Metode ini biasa diterapkan dalam disk magnetik, kelemahannya adalah kapasitas disk menjadi berkurang.

e. CD – R
(Compact Disk Recordables) Secara fisik CD-R merupakan CD polikarbonat kosong berdiameter 120 mm sama seperti CD ROM. Perbedaannya adanya alur – alur untuk mengarahkan laser saat penulisan. Awalnya CD-R dilapisi emas sebagai media refleksinya. Permukaan reflektif pada lapisan emas tidak memiliki depresi atau lekukan – lekukan fisik seperti halnya pada lapisan aluminium sehingga harus dibuat tiruan lekukan antara pit dan land-nya. Caranya dengan menambahkan lapisan pewarna di antara pilikarbonat dan lapisan emas. Jenis pewarna yang sering digunakan adalah cyanine yang berwarna hijau dan pthalocynine yang berwarna oranye kekuning-kuningan. Pewarna ini sama seperti yang digunakan dalam film fotografi sehingga menjadikan Kodak dan Fuji produsen utama CD-R.
Sebelum digunakan pewarna bersifat transparan sehingga sinar laser berdaya tinggi dapat menembus sampai ke lapisan emas saat proses penulisan. Saat sinar laser mengenai titik pewarna, sinar ini memanaskannya sehingga pewarna terurai melepaskan ikatan kimianya membentuk suatu noda. Noda – noda inilah sebagai representasi data yang nantinya dapat dikenali oleh fotodetektor apabila disinari dengan laser berdaya rendah saat proses pembacaan. Seperti halnya jenis CD lainnya, CD-R dipublikasikan dalam buku tersendiri yang memuat spisifikasi teknisnya yang dikenal dengan Orange Book. Buku ini dipublikasikan tahun 1989.
Terdapat format pengembangan, yaitu ditemukannya seri CD-ROM XA yang
memungkinkan penulisan CD-R secara inkremental sehingga menambah fleksibilitas produk ini. Kenapa hal ini bisa dilakukan, karena sistem ini memiliki multitrack dan setiap track memiliki VOTC (volume table of content) tersendiri. Berbeda dengan model CD-ROM sebelumnya yang hanya memiliki VOTC tunggal pada permulaan saja.


2.RAID
RAID (Redundancy Array of Independent Disk) merupakan organisasi disk memori yang mampu menangani beberapa disk dengan sistem akses paralel dan redudansi ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Karena kerja paralel inilah dihasilkan resultan kecepatan disk yang lebih cepat. Teknologi database sangatlah penting dalam model disk ini karena pengontrol disk harus mendistribusikan data pada sejumlah disk dan juga membacaan kembali. Karakteristik umum disk RAID :
• RAID adalah sekumpulan disk drive yang dianggap sebagai sistem tunggal disk.
• Data didistribusikan ke drive fisik array.
• Kapasitas redudant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang menjamin recoveribility data ketika terjadi masalah atau kegagalan disk. Jadi RAID merupakan salah satu jawaban masalah kesenjangan kecepatan disk memori dengan CPU dengan cara menggantikan disk berkapasitas besar dengan sejumlah disk – disk berkapasitas kecil dan mendistribusikan data pada disk – disk tersebut sedemikian rupa sehingga nantinya dapat dibaca kembali.

3.Optical Disk

Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Setelah itu mulai berkembanglah teknologi penyimpanan pada optical disc ini.
Baik CD-Audio maupun CD-ROM memakai teknologi yang sama, yaitu sama-sama terbuat dari resin (polycarbonate), dan dilapisi oleh permukaan yang sangatreflektif seperti Aluminium . Informasi direkam secara digital sebagai lubang-lubang mikroskopik pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan dengan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang mikroskopik ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut berubah setelah mengenai lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan menjadi data digital.
Kemajuan terbaru dari optical disc ini adalah disk yang dapat ditulis ulang. Pada sistem ini, energi laser digunakan secara besama-sama dengan prinsip medan magnet untuk menulis dan membaca informasi. Pada proses tulis, laser memanasi titik pada disk yang hendak diproses, kemudian setelah itu medan magnet dapat mengubah arah medan titik tersebut sementara temperaturnya ditingkatkan. Karena proses tersebut tidak mengubah disk secara fisik maka proses penulisan dapat dilakukan berulang-ulang. Pada proses baca, araha medan magnet yang telah dipolarisasi tersebut akan membelokkan sinar laser dengan arah tertentu, sehingga terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversikan menjadi digital.
Satuan X pada CDROM drive (pada umumnya) sebenarnya mengacu pada kecepatan baca dari CD tersebut di track terluar (jika track terluar terpakai alias CD-nya penuh). Sedangkan kecepatan baca di track terdalamnya jauh lebih lambat. Misalkan ada CD-ROM drive 48X ‘max’, itu berarti kecepatan baca track terluarnya 40x namun untuk track terdalam hanya 19X. Yang utama sebenarnya bukan hanya kecepatan putar yang ditingkatkan, namun sistem pembacaan, route data, mode transfer, interface, dll, seperti yang dilakukan Kenwood 52X dengan teknologi TrueX-nya di mana dengan kecepatan putar hanya < ½ dari cd biasa (misal 48x), bias memberikan kecepatan transfer merata (dalam-luar) antara 45-52X di seluruh permukaan CD.

4.Pita Magnetik
Sistem pita magnetik menggunakan teknik pembacaan dan penulisan yang identik dengan sistem disk magnetik.Medium pita magnetik berbentuk track – track paralel, sistem pita lama berjumlah 9 buah track sehingga memungkinkan penyimpanan satu byte sekali simpan dengan satu bit paritas pada track sisanya. Sistem pita baru menggunakan 18 atau 36 track sebagai penyesuaian terhadap lebar word dalam format digital.Seperti pada disk, pita magnetik dibaca dan ditulisi dalam bentuk blok – blok yang bersambungan (kontinyu) yang disebut physical record. Blok – blok tersebut dipisahkan oleh gap yang disebut inter-record gap.

Head pita magnetik merupakan perangkat sequential access. Head harus menyesuaikan letak record yang akan dibaca ataupun akan ditulisi. Apabila head berada di tempat lebih atas dari record yang diinginkan maka pita perlu dimundurkan dahulu, baru dilakukan pembacaan dengan arah maju. Hal ini sangat berbeda pada teknologi disk yang menggunakan teknik direct access.
Kecepatan putaran pita magnetik adalah rendah sehingga transfer data menjadi lambat, saat ini pita magnetik mulai ditinggalkan digantikan oleh jenis – jenis produk CD.


lebih lengkapnya download file disini 
download[4]

Jumat, 13 Januari 2012

Troubleshooting Hardware

Pengertian
Troubleshooting, adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah bentuk penyelesaian sebuah masalah. Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Troubleshooting, kadang-kadang merupakan proses penghilangan masalah, dan juga proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah. 

Deteksi Kerusakan komputer

 

·         Analisa Suara

Pada tahapan ini pendeteksian masalah menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5. Untuk mempermudah pengenalan kode suara tersebut, silakan simak keterangan berikut :
1.Bunyi beep pendek satu kali, artinya sistem telah melakukan proses Boot dengan baik.

2. Bunyi beep pendek 2 kali, artinya ada masalah pada konfigurasi atau seting pada CMOS.

3. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah pada Motherboard atau DRAM.
4.Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 2 kali, artinya ada masalah pada monitor atau VGA Card.

 5.Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 3 kali, artinya ada masalah pada Keyboard.

6. Bunyi beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada masalah pada ROM BIOS.

7. Bunyi beep panjang terus-menerus, artinya ada masalah di DRAM.

8. Bunyi beep pendek terus-menerus, artinya ada masalah penerimaan tegangan (power).

 Pada beberapa merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, untuk jenis BIOS yang lain kemungkinan memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

·         Analisa Pengukuran
Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan cara mengukur tegangan listrik pada komponen nomor 1 sampai 3. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.
Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu mengukur tegangan yang diberikan oleh Power Supply ke komponen lainnya. 
·         Analisa Tampilan
Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 6 sampai 9.
Contoh : Pada saat komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya pada Keyboard.

Troubleshooting 1;
Saat komputer dinyalahkan, power supply kadang bekerja dan kadang tidak.
Solusi:
Pada kasus ini, ada dua kemungkinan yang terjadi pada power supply anda. Kemungkinan pertama, adanya ketidakstabilan tegangan listrik di rumah anda. Hal ini dapat mengakibatkan arus yang masuk ke power supply tidak normal sehingga berpengaruh pula pada distribusi arus listrik ke komponen – komponen lain. Kasus semacam ini dapat diatasi dengan memasang stabilizer yang berfungsi menstabilkan arus yang masuk ke power supply.
Adapun kemungkinan kedua adalah kondisi regulasi dan filter pada rangkaian power supply yang kurang baik. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya distribusi arus ke motherboard sehingga arus yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan arus yang diperlukan dalam motheboard untuk menghidupkan sebuah pc. Solusi permasalahan ini adalah dengan memeriksa semua kondensator yang terdapat dalam rangkaian power supply. Mungkin terdapat  kondensator electrolit yang sudah tidak dapat bekerja secara maksimal karena kerusakan tertentu atau sudah mulai kering.
Troubleshooting 2;
Pada saat komputer dihidupkan, PC sering mengalami restart sendiri.
Solusi :
Ada beberapa kemungkinan yang dapat dijadikan sebagai penyebab utama kasus tersebut. Kemungkinan pertama adalah faktor listrik yang kurang stabil di rumah anda. Hal ini dapat mengakibatkan arus yang masuk ke power supply tidak normal sehingga berpengaruh pula pada distribusi arus listrik ke komponen-komponen lain. Kasus semacam ini dapat diatasi dengan memasang stabilizer yang berfungsi menstabilkan arus yang masuk ke power supply.
Adapun kemungkinan kedua adalah kondisi regulasi dan filter pada rangkaian power supply yang kurang baik. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya distribusi arus ke motherboard sehingga arus yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan arus yang diperlukan dalam motherboard untuk menghidupkan sebuah pc. Solusi permasalahan ini adalah dengan memeriksa semua kondensator yang terdapat dalam rangkaian power supply. Mungkin terdapat kondensator electrolit yang sudah tidak dapat bekerja secara maksimal karena kerusakan tertentu atau sudah mulai kering. Kemudian, kemungkinan ketiga adalah faktor virus. Solusinya, cek komputer anda  dengan menggunakan antivirus dengan update-an terbaru.

Trobleshooting Motherboard dan BIOS

Troubleshooting 1;
komputer mengeluarkan bunyi beep panjang berulang-ulang saat pertama kali booting.
Solusi :
Suara beep panjang dan berlangsung secara terus-menerus menandakan adanya masalah pada memory atau RAM. Hal ini terjadi karena memory tidak dapat diakses untuk penempatan alamat dari lokasi yang dipilihnya ke jalur alamat. Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan memory tidak dapat diakses, yaitu;
-          kemungkinan pertama, pemasangan memory yang kurang benar. Sehingga yang perlu dilakukan adalah mengecek kembali pemasangan memory pada slotnya.
-          Kemungkinan kedua, memory yang digunakan tidak compatible dengan motherboardnya. Untuk hal ini, silahkan baca kembali buku manual motherboard yang digunakan. Setiap motherboard memiliki pasangan memory sendiri-sendiri. Tidak semua memory bisa digunakan pada setiap motherboard.
-          Kemungkinan ketiga, memory mengalami kerusakan. Coba ganti memory tersebut dengan yang lain, namun tetap memperhatikan kompatibilitas motherboard dengan memory yang digunakan.
Troubleshooting 2;
Komputer hidup, tetapi tidak sedang digunakan untuk beraktifitas. Tiba-tiba PC crash. Kondisinya seperti itu sering terjadi dan fenomenanya pun bermacam-macam seperti reset seketika, hang ataupun freeze.
Solusi :
Beberapa hal dapat menyebabkan kejadian seperti pada kondisi di atas. Cobalah untuk melacak kesalahan dengan teknik-teknik pengecekan sebagai berikut :
-          Pada kondisi komputer mati, putuskan semua daya dan lepaskan penutup (casing) PC
-          Cek semua koneksi dan kabel-kabel yang tertancap pada motherboard.
-          Cek juga kedudukan RAM, VGA Card, Sound Card serta processor. Bila belum tepat, tekan secara hati-hati untuk memposisikan dengan tepat pada tempatnya.
-          Tegangan pada casing juga dpat menyebabkan gangguan kontak. Longgarkan sekrup-sekrup sandaran semua card di bagian belakang casing. Kadang-kadang sandaran card yang melengkung juga dapat menyebabkan timbulnya tegangan pada casing.
-          Sering juga crach komputer disebabkan karena suhu CPU terlau tinggi sehingga panas yang dihasilkan menjadi berlebihan. Periksa kipas-kipas yang ada. Chek apakah masih berfungsi dengan baik. Lakukan pembersihan kipas tersebut dengan kuas.
-          Jika dengan berbagai pengecekan di atas ternyata tidak membuahkan hasil, maka langkah terakhir adalah melakukan pengecekan dengan melakukan penukaran RAM atau processor yang lain.
Troubleshooting 3;
Lupa password BIOS
Solusi :
Cara yang paling mudah untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencabut baterai CMOS yang ada pada motherboard.
Toubleshooting 4;
Jam BIOS selalu berubah
Solusi :
Permasalahan tersebut di atas jelas disebabkan karena baterai CMOS pada Motherboard sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dengan tidak berfungsinya baterai CMOS, maka tidak hanya sistem jam yang akan selalu berubah tetapi juga hari, tanggal dan setting BIOS selalu kemabli ke default. Cabut baterai CMOS pada komputer anda dan gantikan dengan yang baru.
Troubleshooting 5;
Penambahan card ke dalam komputer dan telah melakukan instalasi update sistem. Tetapi peralatan baru tersebut tidak terdeteksi oleh motherboard sehingga tidak bisa terkoneksi dengan komputer.
Solusi :
Perhatikan spesifikasi komputer anda. Pada beberapa komputer lama, banyak komponen hardware baru yang tidak terdeteksi oleh BIOS. Akibatnya, software pun tidak dapat berkomunikasi langsung dengan hardware yang dipasang karena sistem operasi tidak dapat memanggil langsung salah satu rutin BIOS yang mengendalikannya.
Masalah tersebut biasanya dapat dipecahkan dengan melakukan update BIOS yang terbaru. Harap diingat bahwa untuk melakukan update, bagi yang belum berpengalaman sebaiknya didampingi oleh teknisi atau orang yang lebih berpengalaman.
Troubleshooting 6;
Komputer sering bermasalah pada saat booting. Terkadang mau dan terkadang tidak.
Solusi :
Kemungkinan besar dari permasalahan tersebut adalah karena terdapatnya card yang bermasalah. Anda dapat melakukan pengecekan apakah terdapat card yang rusak pada suatu komputer. Caranya adalah cabut semua card kecuali graphic card dan lakukan start ulang. Bila booting berhasil, chek card yang lain satu per satu. Caranya adalah dengan mengembalikan card tersebut satu persatu dan mengeceknya dengan booting. Bila booting berhasil, berarti card tidak bermasalah. Tetapi jika berhasil, berarti card yang bersangkutan bermasalah.

Troubleshooting Memori

Troubleshooting 1;
Terdengar bunyi beep pendek sebanyak 5 kali saat komputer booting.
Solusi:
Bunyi beep pendek sebanyak lima kali, menandakan adanya masalah pada memory yang terpasang. Pastikan memory tersebut berada pada posisi yang benar, kemudian booting ulang komputer anda. Apabila masih belum ada perubahan, ganti memory lama anda dengan yang lain atau mencoba memory lama anda dengan motherboard lain. Jika memory lain pun tetap tidak menunjukkan hasil yang positif pada komputer anda, sementara memory anda bisa berjalan pada motherboard lain, maka kesimpulannya motherboard anda mengalami kerusakan. Untu kasus semacam ini, lebih baik motherboard tersebut anda bawa ke service center untuk mendapatkan penanganan langsung. Namun jika memory lain bisa berjalan pada motherboard anda, dan memory lama anda tetap tidak mau jalan di motherboard lain, maka dapat dipastikan memory andalah yang harus diganti.
Troubleshooting 2;
Setelah dilakukan penambahan RAM baru, komputer sering crash.
Solusi :
Periksa kembali pemasangan RAM baru dan lama. Pastikan keduanya berada dalam posisi yang benar, dan slot RAM berjalan dengan baik. Perhatikan pula jenis modul memory masing-masing. Apabila produsen kedua memory tersebut berbeda, ada kemungkinan inilah yang menyebabkan kasus crashnya komputer anda. Maksudnya, RAM lama anda tida kompatibel dengan yang baru. Coba lepaskan RAM baru anda, dan nyalakan kembali komputer. Jika dapat berjalan dengan lancar, dapat dipastikan RAM baru anda tidak kompatibel dengan motherboard anda.  Ganti atau tukarkan saja RAM baru tersebut  dengan RAM yang memiliki jenis modul dari produsen yang sama dengan RAM lama anda.

Troubleshooting Processor

Troubleshooting 1;
Saat komputer dinyalahkan, langsung terdengar bunyi beep 7 kali.
Solusi :
Apabila saat booting terdengar bunyi beep sebanyak tujuh kali dari bios, ini menandakan koputer anda berada pada masalah yang sagat besar. Ada dua kemungkinan yang terjadi pada hardware. Pertama, terjadi masalah pada processor anda. Misalnya processor anda tidak berjalan secara normal, disebabkan oleh kaki-kaki processor yang patah. Kemungkinan kedua adalah motherboard anda yang bermasalah. Untuk mengeceknya, pasang processor atau motherboard anda pada pc lain. Apabila motherboard anda pada pc lain, berarti kerusakan terletak pada motherboard anda. Dari permasalahan tersebut, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah mengganti processor atau motherboard yang telah teridentifikasi tidak normal.
Troubleshooting 2;
Processor cepat panas sehingga berdampak pada komputer yang sering kali hang dan reboot sendiri.
Solusi:
Processor yang cepat panas kemungkinan besar disebabkan oleh kurang maksimalnya kinerja HSF (HeatSink Fan) yang menempel pada processor. Misalnya, proses pendinginan yang dilakukan oleh HSF tersebut tidak mampu mengimbangi panas yang dikeluarkan oleh processor. Dengan demikian, panas yang dikeluarkan oleh processor tidak terbendung lagi.
Untuk mengatasinya, coba periksa apakah kipas atau fan bekerja dengan baik. Apabila ternyata fan anda tidak berputar secara normal, berarti yang perlu anda lakukan adalah mengganti fan lama dengan yang baru. Namun jika putaran kipas masih bagus, anda dapat mengoleskan thermal paste secukupnya pada punggung processor. Hal ini bertujuan untuk membantu kontak antara processor dengan heatsink. Dengan demikian, suhu ada processor akan lebih terjaga.
Troubleshooting 3;
Setelah pemasangan processor, BIOS menampilkan angka kecepatan processor yang tidak semestinya.
Solusi ;
Pemasangan hardware yang kurang baik atau kurang lengkap dapat mempengaruhi kecepatan processor yang terdeteksi dalam bios. Untuk mengatasinya, lakukan instalasi ulang komponen-komponen yang ada dalam cpu. Pastikan semua komponen terpasang dengan baik. Kemudian, coba lakukan pengaturan jumper pada motherboard. Masalah jumper ini dapat dilihat pada buku manual processor masing-masing.

Troubleshooting Mouse

Troubleshooting 1;
Pada saat proses booting, komputer memunculkan pesan bahwa windows tidak mendeteksi adanya mouse yang terhubung ke komputer.
Solusi :
-          kemungkinan pertama, kabel tidak terhubung dengan baik. Matikan komputer anda, cek apakah kabel mouse telah tertancap dengan benar ke port di CPU. Jika perlu lepas dan kemudian tancapkan lagi kabel mouse tersebut agar anda yakin bahwa koneksinya sudah tepat. Ingat bahwa pengecekan tidak boleh dilakukan pada saat komputer hidup karena dapat menimbulkan korsleting. Jika anda yakin koneksi sudah tepat tetapi setelah dihidupkan kembali pesan kesalahan masih muncul, maka anda dapat melakukan analisa selanjutnya.
-          Kemungkinan kedua, rusaknya driver yang menghubungkan sistem dengan mouse. Untuk itu anda perlu melakukan pendeteksian ulang drive secara otomatis dengan windows. Lakukan langkah sebagai berikut : klik kanan short cut my komputer pada dekstop kemudian pilih properties. Pada kotak dialog system properties, pilih tab device manager. Pada kotak view device, pilih mouse dan klik nama driver mouse yang terdaftar. Hapus drive mouse yang lama dengan menggunakan tombol remove. Pada saat anda memilih tombol remove, windows memunculkan kotak dialog untuk melakukan restart. Pilih ya sehingga windows melakukan proses restart. Pada saat melakukan restart itulah system plug and play windows akan melakukan pendeteksian ulang kembali terhadap driver mouse.
-          Jika sambungan dan driver mouse sudah benar tetapi ternyata mouse tetap tidak terdeteksi oleh windows, ada kemungkinan mouse anda yang telah rusak. Jangan terburu-buru beli mouse baru karena. Pinjamkan mouse yang dalam kondisinya normal dari teman anda, kemudian pasangkan ke dalam kompter anda. Lakukan booting ulang komputer.
-          Jika mouse yang normal tetap tidak terdeteksi oleh komputer anda, kemungkinan terakhir adalah port I/O anda yang rusak. Bahwa motherboard anda ke services komputer atau beli conector USB ke PS2.
Troubleshooting 2;
Pada saat mouse digerakkan, pointer mouse meloncat-loncat secara acak.
Solusi :
Pada kondisi ini ,kemungkinan yang paling besar disebabkan karena kotornya komponen bola mouse. Komponen bola tersebut banyak bersentuhan dengan mose pad yang tidak selalu bersih. Lakukan langkah pembersihan seperti berikut.
-          buka penutup bola mouse dibagian bawah dengan memutarnya 90 derajat. Keluarkan bolanya dan bersihkan dengan air hangat serta sikat lalu keringkan.
-          Di bagian dalam mouse dapat anda amati adanya tiga buah roda. Dua lebar dan satu yang kecil. Kotoran yang menempel pada komponen tersebut perlu dibersihkan. Demikian juga dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. Lakukan pembersihan dengan hati-hati sehingga tidak merusak komponen-komponen di dalamnya.
Troubleshooting 3;
Gerakan mouse ball kaku
Solusi :
pertama-tama perhatikan bagian bawah mouse anda. Di bagian tersebut terdapat penutup yang didalamnya terdapat bola yang putarannya menentukan arah pointer mouse. Buka penutup dengan memutarnya ke arah kiri. Keluarkan bola dari tempatnya, kemudian bersihkan debu-debu yang menempel pada bola tersebut. Hendaknya hati-hati saat membawa dan meletakan bola tersebut karena apabila bola tersebut terkena benturan maka permukaan bola tidak lagi rata, dan ini sangat berpengaruh pada saat anda mengerak-gerakkan pointer mouse. Kemudian. Bersihkan pula bagian dalam mouse. Kemudian, bersihkan pula bagian dalam mouse, yaitu penggulungnya secara perlahan dan hati-hati. Banyaknya debu yang menempel dan berakumulasi memungkinkan gerakan pointer mouse menjadi kaku.
Setelah semua dibersihkan, langkah berikutnya adalah mengembalikan bola pada tempatnya. Jangan lupa, pasang kembali penutup dengan memutarnya kearah kanan. Hidupkan komputer anda dan ceklah mouse anda, apakah sudah dapat berjalan lancar atau tidak. Apabila belum berhasil maka solusi terakhir adalah menggantinya dengan yang baru.
Pada saat proses booting, tiba-tiba komputer macet dan muncul pesan kesalahan ”keyboard error or no keyboard present”.
Solusi :
Pesan tersebut diartikan bahwa pada saat proses booting komputer tidak mendeteksi adanya keyboard. Padahal keyboard merupakan salah satu komponen yang harus dideteksi oleh memory BIOS komputer pada saat proses booting. Artinya bahwa jika BIOS tidak mendeteksi adanya keyboard, proses booting tidak akan dilanjutkan. Jika terjadi seperti itu, lakukan langkah-langkah pertolongan pertama sebagai berikut.
  1. Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU.
  2. Jika perlu lepas dan kemudian tancapkan lagi kabel keyboard tersebut agar anda yakin bahwa koneksinya sudah tepat
  3. jika anda yakin koneksi sudah tepat tetapi pesan kesalahan masih muncul, maka kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak. Jangan beli keyboard baru dulu terlebih dulu, tetapi coba gantikan keyboard anda dengan keyboard dari komputer lain yang masih normal. Jika komputer dapat booting dengan baik setelah dipinjamkan keyboard lain, berarti keyboard anda yang rusak.
tetapi jika dengan penggantian keyboard pesan kesalahan masih muncul, berarti kemungkinan bukan keyboard anda yang rusak. Bisa saja kerusakan terjadi pada port keyboard di Motherboard komputer anda. Bila itu yang terjadi, saatnya anda mengkonsultasikan kerusakan dengan teknisi komputer langganan anda, apakah port harus diganti atau cukup diperbaiki. Atau beli konektor USB ke PS2.

Troubleshooting Printer

Troubleshooting 1;
Printer tidak dapat melakukan percetakan
Solusi :
Lakukan pemeriksaan pada hardware dan software sesuai langkah-langkah berikut ini:
-          cek pemasangan kabel power pada printer dan kabel yang menghubungkanprinter dengan CPU
-          pastikan lampu LED pada pritner dalam kondisi on.
-          Periksa kembali apakah driver yang terinstal sesuai dengan printer yang digunakan. Apabila tidak sesuai atau belum terinstal, lakukan insatalasi ulang.
-          Dalam kotak dialog print, perhatikan name, typer, dan port printer yang aktif, sesuaikan dengan printer yang akan digunakan untuk mencetak.
Troubleshooting 2;
Printer hanya dapat mencetak satu warna
Solusi :
Saat mencetak dokumen dengan berbagai macam warna, yang dibutuhkan adalah cartridge warna, bukan hanya cartridge hitam. Pemecahan dari masalah tersebut adalah dengan memastikan bahwa cartridge yang anda gunakan adalah cartridge warna.
Selain itu, coba perhatikan pada kotak dialog printer properties, dengan membuka file – print – properties. Kemudian klik tab paper/quality. Pada menu color, pilih color agar bisa melakukan pencetakan warna.
Troubleshooting 3;
Ketika mencetak menggunakan printer jenis inkjet, printer tersebut tiba-tiba mengalami gangguan yaitu tidak bisa menarik kertas sehingga proses pencetakan menjadi gagal.
Solusi :
Permasalahan tersebut seting terjadi pada printer jenis inkjet. Kebanyakan disebabkan karena roda penarik sudah menjadi licin karena waktu pemakaian yang sudah cukup lama, disamping karena terlalu sering digunakan. Roda penarik yang sudah menjadi licin, sehingga tidak bisa memegang dan menarik kertas. Bila demikian halnya, lakukan pengamplasan sendiri dengan hati-hati pada bagian roda penariknya.
Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah karena tinta yang hampir habis. Printer jenis tertentu, tidak bisa menarik kertas jika tintanya habis. Terkadang bila tempat tinta sudah kosong, maka printer tidak akan dapat mencetak dan jika diberikan perintah pencetakan akan terdengar bunyi beep yang berulang-ulang.
Troubleshooting 5;
Ketika sedang mencetak, kertas yang tersangkut di dalam printer. Hal itu sering terjadi dan meskipun proses cetak berhasil, tetapi kertas hasil cetakan menjadi kotor.
Solusi :
Kertas macet pada printer, yang biasa disebut dengan istilah paper jam dapat terjadi karena beberapa sebab:
-          akibat tumpukan yang mudah menempel satu dengan paper tray printer
-          jenis kertas yang mudah menempel satu dengan lainnya.
-          Roller pada printer yang sudah aus
Untuk mencegah terjadinya paper jam lakukan beberapa hal sebagai berikut :
-          ada baiknya anda membatasi tebal tumpukan kertas sesuai dengan kapasitas yang didukung oleh printer anda. Sebelum tumpukan kertas tersebut anda letakkan pada paper tray, ada baiknya untuk mengibas-ngibaskan tumpukan kertas terlebih dahulu agar kertas tidak saling menempel.
-          Jagalah kebersihan printer dari debu, dengan selalu menggunakan plastik penutup (cover) saat printer tidak digunakan, agar komponen-komponen yang ada pada printer tidak mudah aus.
Tetapi jika paper jam sudah terjadi pada printer anda, maka yang anda harus lakukan adalah menekan tuas yang tersedia untuk menetralkan roller yang menjepit kertas, kemudian secara berlahan tarik kertas yang menyakut dari printer. Selanjutnya kembalikan tuas tersebut keposisi semula. Untuk menemukan tuas tersebut lihatlah buku manual printer anda karena setiap jenis printer memiliki cara yang berbeda-beda.

Troubleshooting Monitor

Troubleshooting 1;
Pada saat proses booting komputer, pada awalnya monitor menyala. Hal itu terlihat dari munculnya laporan BIOS yang dapat terbaca dengan baik. Tetapi setelah proses loading windows, tiba-tiba monitor menjadi gelap dan tidak hidup lagi.
Solusi :
Jika monitor mendadak gelap selama loading windows, kemungkinan besar disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat. Yang sering terjadi adalah karena dalam on screes display, setting frekuensinya terlalu tinggi.
Untuk mencoba mengatasi masalah tersebut, lakukan booting windows dalam keadaan safe mode. Caranya, tekan F8 setelah proses laporan BIOS dan pada Menu Command yang muncul pilih safe mode.
Kemudian dalam keadaan safe mode tersebut, lakukan instalasi ulang terhadap driver graphics card. Setelah itu pilih jenis monitor yang cocok yang akan menentukan frekuensi maksimal (refresh rate) yang akan dapat ditampilkan windows.
Troubleshooting 3;
Saat komputer melakukan aktifitas, tiba-tiba muncul titik-titik atau piksel-piksel berwarna pada monitor yang pada akhirnya menyebabkan komputer hang dan crash.
solusi :
Masalah seperti di atas biasanya berkaitan dengan suhu, baik pada komputer secara umum ataupun pada kartu grafis secara khusus, terutama jika komputer anda menggunakan kartu grafis modern yang biasanya lebih cepat panas. Untuk mengatasi masalah tersebut, lakukanlah upaya pendinginan secara maksimal dan periksalah fungsi kipas pada komputer anda, apakah masih dalam keadaan baik. Anda dapat juga memindahkan kartu-kartu yang lain ke slot yang agak berjauhan dengan slot kartu grafis agar dapat memberikan sirkulasi udara yang cukup.
Troubleshooting 4;
Monitor berkedip – kedip saat digunakan
Solusi :
Permasalahan tersebut terjadi karena ada masalah dengan pengaturan refresh rate pada komputer anda. Refresh rate merupakan kemampuan maksimal yang dilakukan monitor untuk menampilkan frame dalam satu detik. Monitor yang memiliki refresh rate yang sangat kecil akan membuat monitor seperti bergerak dan tidak stabil, untuk mengatur refresh rate tersebut, kita harus menggunakan display properties. Caranya adalah dengan mengklik kanan pada dekstop anda dan lalu memilih properties. Setelah display properties tersebut muncul, pilih menu setting – advance – adapter. Pada bagian tersebut akan ditampilkan pilihan refresh rate yang akan digunakan. Tekanlah tanda panah untuk pilihan dan pilih optimal.
Troubleshooting 5;
Pada saat dijalankan, terlihat di sudut monitor ada bercak-bercak berwarna kebiru-biruan yang menggangu penampilan.
Solusi :
Masalah ini terjadi karena adanya medan magnet yang dihasilkan beberapa piranti elektronik pada monitor. Untuk menghilangkannya, cobalah memakai fitur degaussing yang ada pada menu kontrol monitor. Jika anda sudah mencobanya dan belum ada perubahan maka jalan terakhir adalah anda harus membongkar monitor anda dan mencoba mengatur magnet yang ada dekat ujung tabung.
Troubleshooting 6;
kualitas warna pada tampilan monitor berubah
Solusi:
Kasus semacam ini memang sering kali terjadi. Misalnya semula kita menggunakan  32 bit, tetapi tiba-tiba kita mendapati monitor kita hanya mampu mengangkat 16 bit. Kemungkinan besar hal ini dipengaruhi oleh dipengaruhi oleh kualitas VGA yang kita gunakan atau hanya driver-nya saja yang bermasalah. Apabila ternyata driver anda yang bermasalah, yang perlu anda lakukan adalah menginstal ulang driver-nya. Namun, apabila langkah ini masih belum mampu menyelesaikan masalah, berarti bermasalah ada pada vga card. Untuk masalah ini, sebaiknya anda bawa hardware anda ini ke service center.
Troubleshooting 7;
Monitor menyala, tapi tidak mengeluarkan tampilan
Solusi :
Cek pemasangan kabel video yang menghubungkan monitor dengan cpu. Kencangkan kabel dengan baut yang telah disediakan, jika ternyata masih kendor. Perhatikan pula colokan kabel pada port VGA. Bila ternyata ada pin yang bengkok, luruskan dengan menggunakan  tang atau pinset. Jika setelah melakukan perbaikan tersebut tetap tidak ada perubahan, berarti ada masalah pada VGA card anda. Ganti vga card anda dengan yang lain, ini dilakukan untuk memastikan adanya kerusakan pada vga card anda.

Troubleshooting Hardisk

Troubleshooting 1;
Hardisk tidak terdeteksi
Solusi:
Coba anda gunakan harddisk anda pada komputer lain. Apabila hardisk anda dapat dikenali, berarti masalah bukan pada harddisk anda tetapi mungkin pada kabel yang anda gunakan. Solusinya, lepas kabel power dan data pada harddisk anda, kemudian pasang ulang. Kasus ini sering  terjadi pada mereka yang suka mengutak-atik hardware komputer terutama pemasangan yang kurang baik pada hardware tersebut. Bisa saja kabel yang anda pasang belum sepenuhnya masuk atau tertancap pada slotnya. Untuk memasang kabel data dan power, prinsipnya adalah ”Merah ketemu Merah:’ maksudnya, warna merah yang ada salah satu sisi kabel data diletakkan di sebelah kabel power yang berwarna merah.
Selain itu, lakukan pula penggantian kabel power dan data anda. Mungkin saja ujung permasalahan yang anda alami terletak pada kabel-kabel tersebut. Bila masih belum bisa juga, kemungkinan masalah ada pada port IDE yang ada pada motherboard anda. Untuk masalah ini, solusi terakhirnya adalah dengan membawa motherboard anda ke service center.
Troubleshooting 2;
Hardisk mengalami kegagalan ketika di format padahal sebelumnya telah berhasil dipartisi ulang.
Solusi:
Sebelum melakukan partisi ulang, terlebih dahulu lakukan low level format pada harddisk tersebut dengan menggunakan software yang dapat didownload dari situs produsen harddisk masing-masing. Hal ini bertujuan membersihkan silinder dari bibit bed sector, yang apabila dibiarkan akan mengakibatkan bad sector fisik yang bersifat permanen. Satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menggantinya dengan yang baru.
Apabila suatu saat PC melakukan restart ulang sendiri atau tidak di shutdown saat mematikan, dan kemudian menampilkan proses scandisk saat booting pertama, maka jangan tekan tombol exit untuk membatalkannya. Ini dikarenakan saat itu harddisk sedang melakukan pencekan guna mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada hardisk. Apabila dalam proses tersebut tombol exit ditekan maka akan memunculkan bad sector pada hardisk. Akibatnya, hardisk akan berjalan lebih lambat.
Troubleshooting 3;
Saat komputer digunakan untuk membuka program-program berat, muncul suara aneh pada hardisk (krek-krek).
Solusi :
Power supply yang aliran listriknya tidak stabil sebenarnya dapat menimbulkan suara-suara semacam itu pada hardisk. Lakukan pengecekan power supply anda dengan memasangnya pada komputer lain. Pastikan power supply anda dapat bekerja dengan baik. Jika power supply menunjukkan tanda-tanda baik alias dalam kondisi sehat, dapat disimpulkan harddisk andalah yang bermasalah.

Troubleshooting Floppy Disk

Troubleshooting 1;
Disket tidak terbaca
Solusi :
Floppy disk drive yang terlalu lama tidak digunakan atau disket yang telah berjamur, dapat menjadi alasan mengapa disket tidak terbaca. FDD yang telalu lama dibiarkan menganggur, menyebabkan debu-debu yang menutupi permukaan head, terakumulasi hingga menjadi tebal. Kasus seperti ini dapat diatasi dengan melakukan pembersihan head menggunakan disk cleaner yang biasa dijumpai di toko-toko komputer. Adapun disket yang terlalu lama disimpan dan tidak digunakan akan menimbulkan tumpukan debu yang tebal, atau bahkan jamur yang akan menempel pada head saat diske tersebut dimasukkan. Debu atau jamu ini kemudian akan menghalangi proses pembacaan disket oleh head sehingga disket akana menjadi tidak terbaca.
Troubleshooting 2;
Lampu LED floppy disk drive menyala terus
Solusi :
Kasus semacam ini sering kali terjadi terutama bila anda sedang   merakit CPU. Biasanya permasalahan ada pada  pemasangan kabel data yang terbalik. Apabila hal ini dibiarkan terus-menerus, IC contoller dimungkinkan dapat menjadi rusak. Untuk itu, segera periksa ulang dan betulkan pemasangan kabel data tersebut.
Kemungkinan lain, IC Spindle pada floopy disk drive anda mengalami kerusakan. Sehingga diperlukan penggantian dengan IC Spindle yang lain. Kasus kerusakan IC Sindle inin menyebabkan arus listrik terus mengalir menuju lampu indikator tampa adanya penghalang. Selain itu, kerusakan ini juga menyebabkan floopy disk drive tidak dapat membaca sama sekali.

Troubleshooting CD/DVD-R/RW

Troubleshooting 1;
CD ROM tidak terdeteksi oleh bios
Solusi :
Pertama, cek cd-rom tersebut pada komputer lain. Apabila dapat terdeteksi, berarti cd rom berada dalam kondisi bagus sehingga kemungkinan ada masalah pada kabel IDE atau kabel power.
Kedua, ganti kabel IDE dan power lama dengan yang baru (salah satu atau keduanya). Ini dimaksudkan untuk memastikan apakah terjadi masalah dengan kabel tersebut atau tidak.
Ketiga, perhatikan posisi jumper padda optical drive anda. Secara default, jumper pada driver cd rom atau sejenisnya berada pada posisi master. Apabila anda menggunakan lebih dari satu drive, maka anda harus mengatur jumper pada masing-masing drive, maka anda harus mengatur jumper pada masing-masing drive dalam posisi master-slave. Penggunaan posis master-slave akan membuat proses pendeteksian menjadi tidak sempurna sehingga hanya mengenali satu drive. Petunjuk pengaturan master-slave biasanya tertera pada punggung optical drive.
Jika masih belum berhasil, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya cd rom beserta kabel-kabelnya dalam kondisi yang baik. Kemungkinan besar ada masalah ada port IDE di motherboard anda. Untuk permasalahan ini, lebih baik motherboard tersebut dibawa ke services centr mendapatkan penanganan-penanganan langsung dari ahlinya.
Troubleshooting 2;
Proses baca cd-rom tersendat-sendat
Solusi:
Proses pembacaan data pada cd-rom pada dasarnya dipengaruhi oleh kondisi optic dan media cd yang digunakan. Adanya goresan atau kotoran pada permukaan CD dapat mempengaruhi proses baca cd-rom sehingga sangat mungkin sekali kasus tersebut disebabkan oleh goresan atau kotoran pada media CD anda. Untuk mengatasinya, coba bersihkan permukaan disc anda dengan menggunakan alkohol (lebih dari 70 %) dan kapas untuk mengoleskannya.
Kemungkinan kedua disebabkan oleh adanya kotoran pada lensa optic. Kotoran ini bisa disebabkan oleh debu termasuk asap rokok yang berkeliaran di sekitas komputer sehingga akan menghalang proses pembacaan media disc tersebut oleh optic. Bersihkan bagian optic tersebut dengan menggunakan disc cleaner. Biasanya disc cleaner banyak dijual di toko-toko komputer atau elektronik.
Kemungkinan yang lain adalah masalah pada optic. Biasanya optic ini akan melemah seiring dengan usianya yang makin tua. Yang dapat dilakukan untuk memperbaiki permasalahan ini adalah dengan melakukan kalibrasi pada tripot optic yang terletak sekitar optic itu sendiri, yaitu dengan memutar trimpot ke arah kanan secara perlahan-lahan. Ini bertujuan untuk mempercepat putaran disc. Sedangkan putaran kearah kiri akan menjadikan putaran disc menjadi lambat.
Troubleshooting 3;
CD-ROM tidak dapat membaca keping cd
Solusi :
Kasus cd-rom yang tidak membaca keping cd, bisa saja  oleh keping cd yang kondisinya kurang baik, yaitu terdapat goresan pada permukaan cd. Coba gunakan cd lain pada cd-rom anda untuk mencaritau biang masalahnya. Apabila cd lain dapat terbaca, berarti kerusakan terletak pada media cd yang anda gunakan, jika tidak, berarti cd-rom andalah yang bermasalah. Bersihkan optic cd-rom dengan menggunakan disk cleaner. Selain itu, anda juga dapat melakukan pembersihan pada laser yang terganggu pada saat melakukan pembacaan, yaitu dengan semprotan udara bertekanan tinggi pada bagian dalam drive. Memang diperlukan kehati-hatian dalam melakukan cara tersebut, karena jika tidak akan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen lain.
Kemungkinan lainnya. Cd-rom anda tidak support fitur multi read. Agar dapat membaca cd-rw disk, suatu cd-rom harus multi read compatible. Hal ini dipengaruhi oleh pemantulan yang diberikan oleh cd-rw disk lebih rendah. Fasilitas ini belum terdapat pada beberapa cd-rom keluaran awal.
Troubleshooting 4;
DVD Rom tidak dapat membaca semua cd
solusi:
Kemungkinan besar kasus tersebut terjadi karena dvd yang anda gunakan tidak mendukung fitur multi read compliant. Dengan kata lain, dvd anda hanya mendukung fitur non-compliant sehingga hanya dapat membaca  media dvd saja. Biasanya kasus ini sering dijumpai pada drive dvd yang pertama kali muncul. Namun, saat ini fitur semacam ini sudah menjadi standard baku untuk sebuah dvd-rom.

 

 

 

Troubleshooting VGA Card

Untuk menambah contoh troubleshooting, selain yang sudah di tuliskan kemarin troubleshooting

Prosesor, dan juga
Casing dan Power Supply,Motherboard,Memori. sekarang berkaitan dengan Troubleshooting VGA Card.

Kasus:



Pada waktu menghidupkan komputer, layar monitor gelap dan hitam.Solusi:

Langkah pertama, cek kabel VGA dan pastikan kabel VGA tersebut sudah masuk ke port VGA yang ada di casing komputer.

Cek indikator pada monitor, apakah powernya berjalan dengan normal atau tidak.

Coba booting ulang.

Kasus:



Gangguan pada VGA Card/Layar Monitor. Masalah seperti tanda-tanda gangguan yang terjadi pada VGA Card di antaranya adalah:

Komputer menjadi macet atau hang ketika digunakan untuk bermain game 3D.

Tidak dapat digunakan untuk menjalankan permainan tertentu.

Windows tidak bisa digunakan dalam mode normal.

Ada titik-titik kecil di layar monitor.

Solusi:

Cek kabel VGA yang terhubung ke monitor dan ke casing komputer, apakah sudah menancap dengan benar atau belum, kalau belum masukkan kabel tersebut sesuai dengan kaki-kaki yang tersedia.

Cek konektor atau pin yang terdapat pada kabel VGA. Kalau ada yang patah atau putus, segera ganti yang baru.

Install kembali atau perbaharui driver dari VGA Card yang dipasang. Untuk mendapatkan driver VGA tersebut, bisa dengan men-download dari situs yang menyediakan driver dari VGA itu.

Cobalah untuk mendownload versi terbaru versi terakhir software Direct-X dari situs Microsoft.

Kunjungi situs-situs yang menangani berbagai permasalahan tentang permainan atau games.

Buka casing komputer, cabut VGA card dari slotnya (PC/AGP) dari motherboard, dan pasang kembali. Apabila pada waktu komputer dihidupkan, layar masih hitam dan belum muncul gambarnya, ganti VGA card dengan yang baru, karena dapat dipastikan VGA card ada mengalami kerusakan.

Kasus:



Pesan kesalahan pada layar monitor. Apakah selalu menemui pesan kesalahan ketika memainkan suatu permainan atau games? Apakah VGA atau animasi tidak berjalan dengan normal? Atau layar berkedip secara terus menerus?
Solusi:

Klik menu Start >> pilih Help and Support. Di bawah perintah Pick a Help Topic, pilih “Fixing a problem”.

Pada kotak sebelah kiri, pilih “Games, sound, and video problems”.

Pada kotak sebelah kanan, select “Games and Multimedia Troubleshooter”.

Klik pilihan yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi kemudian klik Next. Ulangi langkah-langkah tersebut sampai permasalahan bisa terpecahkan. Gunakan tombol Back untuk mengulangi langkah terakhir.

Kasus:



Bagaimana mengetahui tipe dari VGA Card yang dimiliki.
Solusi:

Buka MS-DOS prompt. Pada Windows 95/98 dan Windows XP/NT 4.0, Klik menu Start, kemudian pilih Programs, dan klik menu MS-DOS Prompt atau Command Prompt yang tersedia. Pada Windows 3.x atau Windows NT versi sebelum 4.0, klik dua kali Main kemudian klik dua kali icon MS-DOS.

Setelah jendela MS-DOS sudah terbuka, ketik: Debug kemudian tekan tombol [Enter].

Setelah layar dari perintah debug sudah terbuka dengan indikator kursor yang muncul, maka ketikkan: D C000: 0010 dan kemudian tekan tombol [Enter].

Layar yang berisi angka hexadecimal akan muncul dengan format kode ASCII dan informasi yang muncul tersebut juga termasuk dari tipe dari VGA Card yang dimiliki.

Ketik: Q kemudian tekan tombol [Enter] untuk keluar dari program Debug.

Ketik Exit kemudian tekan tombol [Enter] untuk kembali ke sistem. operasi/Windows.

(Hal lain yang dapat dilakukan membuka casing komputer dan baca nama manufaktur yang tertera pada chipset atau IC yang ada pada VGA Card di motherboard).

Kasus:



Resolusi Layar monitor tidak stabil atau berubah-ubah. Setiap saat login ke Windows XP, resolusi layar monitor kembali ke ukuran besar dan untuk merubafanya ke bentuk normal harus mengubah secara manual. Nah, bagaimana caranya supaya pengaturan terhadap resolusi layar monitor tidak berubah-ubah.
Solusi:
Harus melakukan update terhadap VGA Card yang dimiliki karena kemungkinan besar driver VGA card yang dimiliki banyak file yang hilang atau corrupt. Untuk melakukan update bisa mengunjungi situs dari penyedia driver tersebut dan download versi terbaru. Untuk mengetahui nama manufaktur pembuat VGA card, bisa melakukan cara-vara berikut ini: pada menu Start >> klik Administrative Tools >> kemudian pilih Computer Management. Di bawah kategori System Tools, klik Device Manager. Klik tanda Plus (+) untuk menampilkan pilihan Display Adapter. Dari tampilan ini, Windows akan mencari driver yang sudah ter-update. Adapun cara-caranya adalah sebagai berikut:

Ketika Device Manager dan tampilan Display Adapter muncul, klik kanan display adapter.

Pada menu kanan tersebut pilih Update Driver.

Kotak wizard Hardware Update akan muncul dan memberikan instruksi bagaimana cara untuk melakukan update driver.

 

Troubleshooting Sound Card


Melengkapi masalah troubleshooting, kali ini mengetengahkan Torubleshooting Sound Card. Disini pun sama mengupas contoh-contoh kasus sederhana yang mungkin biasa terjadi. Contoh2 ini mungkin sangat sederhana yang serupa sederhananya dengan contoh2 yang telah dikupas pada troubleshooting VGA Card,Prosesor, Casing dan Power Supply, Motherboard, Memori. Contoh kasus2nya anatara lain:

Kasus:



Bisa mendengar file WAV dan games dengan sangat baik, tetapi CD Audio tidak bisa terdengar.
Solusi:
Kemungkinan tidak ada kabel penghubung antara sound card dengan CD-ROM. Buka casing komputer dan pastikan ada kabel yang menghubungkan ke AUDIO OUT yang ada di CDROM dan kabel yang menghubungkan ke CD in pada sound card. Serta pastikan volume dari CD AUDIO tidak diam.

Kasus:



Mengupgrade Windows 98 ke Windows 2000 tetapi sound card tidak bekerja dengan baik.Solusi:
Beberapa sound card tidak mendukung Windows 2000 atau tidak tersedianya driver sound card tersebut pada Windows 2000. Untuk menangani masalah tersebut, hubungi pembuat sound card untuk meminta driver sound card yang sesuai dengan Windows 2000.

Kasus:



Mempunyai 4 speaker pada sound card tetapi yang bekerja hanya 2 speaker.Solusi:
Pertama, pastikan kesalahan atau masalah todak terjadi pada speaker. Untuk menangani masalah tersebut, masuk ke pengaturaan sound card dan aktifkan pengaturan dari 4 speaker tersebut.

Kasus:



Suara hanya keluar dari satu speaker.Solusi:
Kemungkinan menggunakan fasilitas mono untuk speaker yang stereo. Atau bisa juga terjadi driver yang diinstal tidak berjalan dengan baik. Pada beberapa sistem, jika driver dari sound card tidak tersedia pada file CONFIG.SYS, hanya memiliki satu sound yaitu sebelah kiri. Jadi yang akan keluar suara mono.

Kasus:



Tidak ada suara yang keluar dari audio/musik pada CD.
Solusi:
Beberapa kondisi bisa menyebabkan permasalahan ini, perhatikan hal-hal berikut:
  1. Pilihan pada Microsoft Volume Control atau volume slider tidak berjalan dengan baik.
  2. Cek dan hubungkan headphones ke stereo phone jack pada CD-ROM yang terletak di bagian depan, sesuaikan pengaturan volume pada drive tersebut. Jika suara tetap tidak keluar ke headphones, cek koneksi kabel audio CD dari CD-ROM drive ke audio card.
  3. Pastikan speaker sudah terhubung dengan baik pada konektor audio atau sound card.

Kasus:



Port Joystick tidak bekerja dengan baik.
Solusi:
  1. Port audio yang ada pada joystick mengalami konflik dengan port joystick yang lain pada sistem. Non-aktifkan port audio yang ada pada joystick dan gunakan port audio joystick yang ada di sistem.
  2. Driver joystick yaitu MSJSTICK.DRV dan VJOYD.VXD, mungkin belum diinstall.

Kasus:



Komputer menjadi hang dan restart selama proses instalasi.
Solusi:
  1. Ada perangkat keras yang konflik dengan perangkat lain yang ada di sistem.
  2. Audio card tidak berada pada slot yang benar.
  3. Perangkat yang menggunakan bus PCI bertentangan dengan aktivitas dari audio card.

Kasus:



Memecahkan masalah konflik pada hardware.
Solusi:
  1. Klik kanan icon My Computer pada desktop, kemudian pilih Properties. Kotak dialog System Properties akan muncul.
  2. Klik pada bagian Device Manager. Pada Device Manager, sebuah tanda plus (+) akan menampilkan semua item yang tersedia. Perangkat keras yang mengalami konflik akan ditandai dengan simbol lingkaran tanda seru.
  3. Klik dua kali Sound, video, game controllers. Daftar dari perangkat multimedia akan muncul.
  4. Pilih audio card.
  5. Pilih tombol Properties.
  6. Klik bagian Resources.
  7. Hilangkan tanda P pada pilihan Use automatic settings.
  8. Ubahlah “Settings based on:” jika pengaturan alterbnatif ini tersedia.
  9. Tentukan dan lihat konflik yang terjadi dengan melihat pada “Conflicting device list”.
  10. Pilih item yang konflik pada daftar “Resource Settings”.
  11. Klik tombol Change Settings.
  12. Gunakan mouse untuk memilih pengaturan yang baru.
  13. Pilih OK untuk menutup masing-masing jendela properti kemudian restart kembali komputernya.

Kasus:



Audio card tidak terdeteksi secara otomatis.
Solusi:
Untuk melakukan konfigurasi audio sound card secara manual pada Windows 95/98, langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Klik “Start” pada taskbar, kemudian pilih Settings dari menu Start.
  2. Pilih Control Panel. Grup dari Control Panel akan muncul.
  3. Klik dua kali icon Add New Hardware. Kotak dialog wizard Add New Hardware akan muncul.
  4. Pilih Next untuk melanjutkan.
  5. PilihYes jika ingin Windows mencari perangkat keras yang baru dipasang, kemudian pilih Next.
  6. Pilih Next untuk melanjutkan.
  7. Pilih Finish, dan biarkan sistem akan menyelesaikan instalasi perangkat keras yang baru tersebut.

Kasus:



Sound card tidak mengeluarkan suara dan tidak menemukan konflik yang terjadi.
Solusi:
Cek pengaturan volume pada indikator sound card yang ada di taskbar, atau juga bisa dengan cara masuk ke Volume Setting dan pastikan semua pilihan yang ada tandanya diam (un-muted), tanda P pada kotak un-muted tersebut dihilangkan dan volume suara jangan dibuat minimal. Cek volume speaker yang ada atau coba ganti dengan speaker yang lain.

download[4]

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management